Categories: Pendidikan

Unri Dorong Kolaborasi Restorasi Gambut Lewat Rumah Runding dan CPDS Award

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Universitas Riau (Unri) melalui Pusat Unggulan Iptek (PUI) Gambut dan Kebencanaan serta Center for Peatland and Disaster Studies (CPDS) LPPM Unri menggelar kegiatan “Berunding dan Tinjau Tapak Gambut” di Desa Tanjung Leban, Kabupaten Bengkalis, Sabtu (22/11). Dalam kesempatan itu, Rektor Unri melalui Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Dr Ir Sofyan Husein Siregar MPhil, juga menyerahkan CPDS Award kepada tokoh-tokoh lokal yang berjasa dalam upaya restorasi gambut.

Kegiatan tersebut menjadi langkah lanjutan dalam memperkuat semangat kebersamaan dan kolaborasi antara berbagai pihak untuk memastikan keberlanjutan upaya pemulihan ekosistem gambut. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mengembangkan pendekatan bersama dalam menjaga model restorasi hidrologis gambut.

Dr Ir Sofyan Husein Siregar MPhil, yang hadir mewakili Rektor Unri, menegaskan pentingnya peran Rumah Runding sebagai living laboratory yang selama lebih dari satu dekade menjadi pusat pembelajaran dan kolaborasi. “Rumah Runding adalah tempat yang menjadi pusat kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat untuk menjaga ekosistem gambut,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kolaborasi menjadi fondasi utama untuk melanjutkan upaya penyelamatan gambut dengan konsep multimanfaat lanskap.

Senada dengan itu, Koordinator PUI Gambut dan Kebencanaan, Dr Eng Sigit Sutikno, menekankan komitmen seluruh pihak untuk memperkuat jejaring kerja sama dan mendorong inovasi restorasi yang berdampak baik bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kami berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dan inovasi dalam restorasi gambut,” kata Sigit.

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai perwakilan, mulai dari Kepala Bappeda Bengkalis, Kepala BPH Bengkalis, PT BBHA, Green Radio Online, BUMD, perangkat desa, hingga tokoh masyarakat yang memiliki peran penting dalam upaya menjaga ekosistem gambut. Usai kegiatan, peserta meninjau langsung kondisi lahan gambut untuk melihat situasi lapangan dan mengidentifikasi tantangan dalam proses restorasi.(nto)

Redaksi

Recent Posts

51 Peserta Daftar Calon Pimpinan Baznas Riau Periode 2026–2031, Ini Tahapan Seleksinya

Pendaftaran calon pimpinan Baznas Riau periode 2026–2031 ditutup dengan 51 peserta. Seleksi administrasi dimulai sebelum…

3 jam ago

Rida K Liamsi Disebut Terima Gaji Rp200 Juta, Ini Kesaksian Dirut Riau Pos

Sidang perkara penggelapan Riau Pos mengungkap gaji Rida K Liamsi Rp200 juta per bulan dan…

4 jam ago

115 Titik Panas Terdeteksi di Riau, Indragiri Hulu Tertinggi dan Udara Pekanbaru Tidak Sehat

BMKG Pekanbaru mendeteksi 115 titik panas di Riau pada Rabu (16/9/2026). Indragiri Hulu menjadi wilayah…

4 jam ago

Houthi Serang Tiga Kota Arab Saudi dengan Rudal dan Drone, 13 Warga Terluka

Houthi melancarkan serangan rudal dan drone ke tiga kota Arab Saudi. Sebanyak 13 warga terluka…

4 jam ago

Disdukcapil Pekanbaru Ingatkan Warga Waspadai Penipuan Mengatasnamakan Petugas

Disdukcapil Pekanbaru mengingatkan warga waspada penipuan online yang mencatut nama petugas dan meminta data pribadi…

4 jam ago

Sindikat SIM Palsu di Siak-Pekanbaru Terbongkar, 8 Tersangka Diamankan

Polres Siak membongkar sindikat SIM palsu lintas wilayah. Delapan tersangka diamankan, 48 blangko SIM bekas…

7 jam ago