EMZRIZAL PAKIS
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Ketua KONI Riau Emrizal Pakis sangat khawatir dengan persiapan anggaran KONI yang minim mengikuti PON 2020. Padahal KONI menargetkan kontingen Riau bisa memenuhi target 23 medali emas.
"Dengan biaya yang ada saat ini, untuk mengikuti PON kita merasakan tidak bisa mencukupi dari keperluan atlet yang akan dikirim," ujarnya.
"Saya bukan pisimis, tetapi saya khawatir saja target kita tidak tercapai dalam perolehan medali emas nanti," katanya.
Dijelaskannya, untuk target yang akan dicapai pada PON 2020 adalah paling tidak 23 emas. 23 emas tersebut targetnya lebih besar dari hasil yang telah dicapai pada PON di Jawa Barat lalu. Hanya 18 saja emas saja.
"Kita paham dan tahu bahwa anggaran Pemprov Riau saat ini relatif menurun. Dan oleh karena itu, kita coba merasionalisasikan lagi, melakukan efektivitasnya. Sehingga target kita, sudah kita tetapkan pembiayaan itu. Tapi sekarang belum mencapai rasionalisasi yang ingin kita lakukan," jelasnya.
Lanjutnya, untuk persiapan atlet, seperti atlet dayung, telah melakukan uji coba untuk persiapan PON.
"Kita juga ingin melakukan rasionalisasi untuk pedayung. Kita hanya akan mengikuti dikategori 10 atlet. 10 orang ini kita sudah persiapkan atletnya. Saya sudah melakukan uji coba kekuatan kepada 10 atlet ini," ujarnya.
Ia menambahkan, untuk itu berharap ada penambahan anggaran, dianggarkan pada APBD Perubahan 2019, dan mudah -mudahan bisa terkabul.
"Kalau itu bisa terkabul, saya merasa lega. Masalah-masalah atlet ini akan bisa kita atasi. Kita sudah berkomunkasi dengan berbagai unsur. Kita paham anggaran menurun. Ya, apapun itu kita harus sampaikan soal anggaran kita dalam mengikuti pelaksanaan PON," ujarnya.(dof)
Atlet difabel asal Rokan Hulu, Niken, sukses meraih empat medali di ASEAN Para Games 2025…
Pemkab Inhu lakukan tes urine terhadap 29 anggota Satpol PP sebagai langkah deteksi dini narkoba…
Enam pelaku pencurian dengan kekerasan di Jalan Lingkar Pasirpengaraian ditangkap polisi. Aksi mereka sempat meresahkan…
Oknum anggota DPRD Pelalawan jalani pemeriksaan usai ditetapkan tersangka kasus dugaan penggunaan ijazah milik orang…
Dua warga Alam Panjang, Kampar, diamankan usai kepergok mencuri 54 tandan sawit. Pelaku diserahkan warga…
DPUPR Meranti menyusun prioritas peningkatan dan rekonstruksi jalan 2026 pascapergeseran anggaran, sejumlah ruas terpaksa ditunda.