Categories: Olahraga

Hindari Kesalahan Kecil

GIANYAR (RIAUPOS.CO) – Empat gol bersarang ke gawang Timor Leste pada FIFA matchday pertama melawan Indonesia di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis (27/1). Namun, permainan skuad Garuda jauh dari harapan meski sudah diprediksi menang. Banyak kekurangan. Apalagi jika dibandingkan saat berlaga di Piala AFF 2020.

Pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong tidak membantah permainan buruk Evan Dimas dkk meski menang 4-1. "Kami memang menang, tapi tidak bermain bagus. Bermain mengecewakan," katanya, Sabtu (29/1).

Tidak ada jalan selain evaluasi. Jeda selama dua hari sebelum kembali melawan Timor Leste, Ahad (30/1) nanti malam pada FIFA matchday kedua wajib dimanfaatkan dengan baik. "Bukan hanya pemain, saya juga berusaha lebih baik untuk tim ini," papar pelatih asal Korea Selatan itu.

Shin Tae-yong juga paham kondisi mental pemain saat ini. Menang dengan permainan yang tidak sesuai harapan turut memengaruhi. "Saya harus bisa tingkatkan mental itu," lanjutnya.

Mengenai kemungkinan melakukan rotasi dalam laga nanti malam, pelatih berusia 51 tahun itu belum bisa menjawab. Yang jelas, dia harus melihat kondisi terakhir para pemain. "Siapa pun nanti yang diturunkan tidak boleh membuat kesalahan sekecil apa pun," tegasnya.

Salah satu sorotan terhadap timnas adalah skuad di lini serang yang masih seret gol. Saat laga pertama, Dedik Setiawan yang turun sebagai starter dianggap kurang berkontribusi. Satu peluang matang di depan gawang pun gagal dikonversi menjadi gol.

Shin Tae-yong tahu kritik itu. Namun, dia menegaskan bahwa dalam sebuah pertandingan tidak boleh hanya menyalahkan satu pemain atas yang terjadi di lapangan. "Tidak bisa menilai performa satu pemain saja. Semua bertanggung jawab," ujarnya.

Di kubu lawan, pelatih Timor Leste Fabio Magrao sudah menyiapkan tim dengan baik. Dia juga sudah melakukan evaluasi atas kekalahan di pertandingan pertama. "Kami seharusnya tidak kalah sebesar itu. Pemain tidak boleh melakukan kesalahan-kesalahan lagi," ucapnya.

Dia paham skuadnya berisi banyak pemain di bawah usia 23 tahun. Kadang, ketika sudah di lapangan, kesalahan kecil yang berujung gol bisa merusak fokus bermain. "Itu harus diantisipasi. Pemain harus menjadikan itu pelajaran," harapnya.(rid/c19/fal/jpg)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Aslog Kapolri Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Pelalawan

Mabes Polri mengirim 6.000 liter Formula X-Fire untuk memperkuat pemadaman karhutla di Pelalawan, terutama kawasan…

2 hari ago

Kabut Asap Pekanbaru, Sekolah Kembali Tatap Muka Terbatas dengan Wajib Masker

Kabut asap karhutla masih berdampak pada sekolah di Pekanbaru. PTM terbatas diberlakukan dengan kewajiban masker…

2 hari ago

Hujan Lebat Guyur Kuansing, Salat Istisqa Dialihkan Jadi Tausyiah dan Doa Bersama

Hujan lebat mengguyur Kuansing sejak Jumat dini hari. Salat Istisqa dialihkan menjadi tausyiah dan doa…

2 hari ago

Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati, Pengasuh Ponpes di Lubuk Dalam Dibekuk

Pengasuh ponpes di Lubuk Dalam, Siak, RS alias KR ditangkap terkait dugaan pencabulan santriwati. Polisi…

2 hari ago

HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Adu Kemampuan

HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…

3 hari ago

PSPS Pekanbaru Tantang PSIS di Laga Pembuka Championship 2026/2027

PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…

3 hari ago