MADRID (RIAUPOS.CO) – Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, siap disalahkan dalam kekalahan Los Blancos saat menjamu Deportivo Alaves. Bermain di Estadio Alfredo Di Stefano, Ahad (29/11/2020) dini hari WIB, Madrid menyerah 1-2 dari Alaves.
Kekalahan ini jelas memalukan karena Madrid tampil di kandang sendiri. Namun, Zidane sendiri mengakui permainan buruk yang ditampilkan anak asuhnya. Terutama pada laga awal baik di babak pertama maupun kedua.
Sebab pada awal babak pertama dan kedua, Madrid mengalami kebobolan. Pada menit 5, Madrid kebobolan lewat aksi Lucas Perez, di mana Alaves mendapat hadiah penalti. Sementara pada menit 49, Madrid kembali kebobolan lewat sepakan Joselu memanfaatkan kesalahan Thibaut Courtois.
Kedua gol tersebut kemudian membuat Madrid tidak bisa berbuat banyak. Madrid hanya mampu mencetak satu gol lewat Casemiro untuk memperkecil keadaan. Gol Casemiro pun terjadi pada menit 86.
Lebih lanjut, Zidane mengakui bahwa anak asuhnya hilang fokus pada menit-menit awal. Namun, ia juga tidak ingin mencari-cari alasan dan benar-benar menyadari permainan buruk anak asuhnya. Ia pun siap mengemban tanggung jawab atas kekalahan ini.
“Saat Anda memulai permainan seperti itu, semua orang menjadi rumit. Kami belum fokus,” ungkap Zidane, mengutip dari AS, Ahad (29/11/2020).
“Kami tidak akan mencari-cari alasan. Kami memainkan permainan buruk. Saya pelatih dan saya yang harus disalahkan,” tambahnya.
Meski begitu, Zidane tak ingin anak asuhnya berlarut-larut dalam kegagalan ini. Apalagi pada pertengahan pekan depan, Madrid akan kembali menjalani laga kontra Shakhtar Donetsk dalam ajang Liga Champions 2020-2021 pada Rabu 2 Desember 2020 dini hari WIB.
“Kami harus membalik halaman, pada Selasa kami memiliki pertandingan lain. Kami tidak akan menunjuk siapa yang salah. Kami akan terus bekerja,” lanjutnya.
“Kami akan mencoba mengubah dinamika,” ujar pelatih berpaspor Prancis itu mengakhiri.
Sumber: AS/News/Daily Mail
Editor: Hary B Koriun
Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…
Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…
Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…
Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…
Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…
Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…