Categories: Olahraga

Hatice Cengiz: Jangan Biarkan Pangeran Salman Beli Newcastle

RIYADH (RIAUPOS.CO) –  Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed Bin Salman (MBS) ingin membeli klub Liga Inggris, Newcastle United. Rencana pembelian ini sudah lama diendus media di Inggris. Kondisi Newcastle  yang kini defisit keuangan, membuat pemiliknya akan menjualnya.

Mendengar rencana itu, tunangan mendiang Jamal Khashoggi, Hatice Cengiz, langsung murka. Perempuan asal Turki itu menyerukan agar ada pihak yang bisa mencegah dan membatalkan rencana pembelian salah satu klub dengan masa lalu gemilang di Inggris tersebut.

Cengiz yang sempat berencana menikah dengan Khashoggi, korban pembunuhan di Kedutaan Besar Arab Saudi di Turki, menulis dalam Twitternya untuk mencegah Pangeran MBS membeli Newcastle.

"Otoritas Kerajaan Inggris dan Liga Inggris tak boleh membiarkan seorang seperti Mohammed Bin Salman yang bertanggung jawab atas pembunuhan mendiang tunangan saya, Jamal Khashoggi, terlibat di bisnis olahraga Inggris. Jika sampai terjadi, itu akan menodai reputasi Liga Inggris dan Pemerintah Inggris."

"Mohammed Bin Salman menggunakan olahraga internasional untuk membersihkan reputasi buruk setelah membunuh Jamal. Setiap investigasi, termasuk PBB dan CIA menyimpulkan bahwa Bin Salman memerintahkan pembunuhan Jamal. Saya mendesak Liga Inggris dan Kerajaan Inggris turun tangan menyetop pembelian Newcastle dan jauhkan MBS dari dunia olahraga di Inggris," demikian pernyataan Cengiz di akun Twitter.

Khashoggi merupakan wartawan dan aktivis kemanusiaan dari Arab Saudi yang menjadi korban pembunuhan. Pangeran MBS diduga terlibat dalam pembunuhan tersebut.

Pangeran MBS disebut-sebut yang memerintahkan pembunuhan karena sikap vokal Khashoggi yang merupakan kolumnis Washington Post kerap melontarkan kritikan keras terhadap Kerajaan Arab Saudi.

Pemerintah kerajaan Arab Saudi sendiri sempat menangkap tujuh terduga pelaku pembunuhan Khashoggi. Namun, hanya lima tersangka yang dijatuhi vonis hukuman mati.

Sementara dua lainnya yaitu, Wakil Kepala intelijen Ahmed al-Assiri dan penasihat media kerajaan Saud al-Qahtani tak didakwa dan dibebaskan karena tidak cukup bukti.

Belakangan MBS kembali menghebohkan pemberitaan karena rencananya akan membeli Newcastle sebesar 300 juta poundsterling atau setara Rp5,8 triliun. Pihak Sang Putra Mahkota bahkan dikabarkan sudah menemui kata sepakat dengan Newcastle dengan membayar sejumlah uang muka.

Sumber: Daily Mail/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Ketua DPRD Kuansing Diperiksa KPK Selama 12 Jam, Kuasa Hukum Beberkan Materi Pemeriksaan

Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…

1 hari ago

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Uraikan Dugaan Aliran Uang Rp2,4 Miliar

Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…

1 hari ago

Bupati Meranti Ingatkan Pilkades 2026 Jangan Sampai Picu Perpecahan

Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…

1 hari ago

Nelayan Korban Serangan Buaya di Rokan Hilir Meninggal Setelah Dirawat Intensif

Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…

1 hari ago

Tiga PKS di Rohul Masih Beli TBS Sawit di Bawah Harga Provinsi, Petani Diminta Lebih Selektif

Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…

2 hari ago

Pelabuhan Penumpang Dumai Resmi Jadi Kawasan Non Tunai, Pembayaran ke Malaysia Kini Bisa Pakai QRIS

Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…

2 hari ago