menteri-olahraga-italia-ragu-serie-a-bisa-dilanjutkan-lagi
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Parahnya kondisi di Italia akibat terkena wabah corona membuat menteri olahraga Italia Vincenzo Spadafora ragu Serie A bisa kembali bergulir pada Mei nanti. Meski dia berharap, kompetisi musim ini masih bisa bergulir hingga akhir.
Asosiasi Sepak Bola Italia (FIGC) pada pekan lalu sempat menyuarakan harapan agar Liga Italia dapat dilanjutkan pada 2 Mei. â€Perkiraan yang membuat kami berpikir dapat meneruskan kompetisi-kompetisi olahraga pada akhir April atau awal Mei menurut saya terlalu optimistis,†kata Spadafora sebagaimana dikutip AFP.
“Saya sangat, sangat meragukannya. Saya dapat mengatakan bahwa jika terdapat kondisi-kondisi untuk meneruskan kompetisi, itu adalah bermain tanpa penonton,†tambahnya.
“Untuk berbicara tanggal, tidak mungkin mengatakan pada Mei semua kompetisi reguler akan diteruskan, terlebih dengan keberadaan penonton,†lanjut Spadafora.
Semua kompetisi olahraga di Italia ditangguhkan sampai 3 April akibat pandemi COVID-19. Di Italia, pandemi tersebut telah menewaskan 8.215 orang. Meski demikian, Spadafora mengatakan keputusan akhir berada di tangan FIGC.
“Mereka dapat memutuskan untuk menunda pertandingan-pertandingan sampai akhir musim panas, namun situasinya rumit, sepak bola memerlukan waktu lebih lama dibanding yang lain untuk memahami krisis,†ujarnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman
Mahasiswa Unri sukses menyelesaikan program Magang Berdampak selama tiga bulan di Riau Pos dengan bekal…
Pelepasan 250 pelajar kelas IX SMPN 25 Pekanbaru berlangsung khidmat, meriah, dan penuh suasana haru.
Pasutri di Tapung ditangkap polisi setelah diduga menggelapkan mobil rental yang tak dikembalikan kepada pemiliknya.
Pengawasan di Pantai Solop diperketat selama libur Iduladha untuk mencegah maksiat, miras, narkoba dan perilaku…
Kejari Kepulauan Meranti berhasil memulihkan kerugian negara Rp663 juta dari kasus korupsi pengadaan bibit kopi…
SF Hariyanto menunjuk Zulfahmi sebagai Plt Kadis PUPR-PKPP Riau untuk penyegaran dan percepatan pembangunan infrastruktur.