PARIS (RIAUPOS.CO) – Thiago Motta menjadi salah satu alternatif pelatih baru Paris Saint-Germain (PSG) menggantikan peran Thomas Tuchel. Jika dipercaya jadi juru taktik, apakah dia akan memainkan formasi 2-7-2 untuk Neymar Jr dan kolega?
Pengalaman Motta jadi pelatih terbilang minim. Dia dipercaya menangani PSG U-19 tak lama setelah gantung sepatu pada 2018.
Namun mantan gelandang Les Parisiens, Barcelona, dan Inter Milan itu tak lama mengemban jabatan tersebut. Motta setelahnya mengambil lisensi pro UEFA. Kemudian orang Italia itu dipercaya melatih Genoa pada Agustus 2019 untuk menggantikan Aurelio Andreazzoli.
Tapi kiprahnya di sana juga tak berlangsung lama. Dia dipecat empat bulan kemudian karena dinilai gagal mengangkat performa tim.
Cerita paling dikenang sepanjang karier Motta sebagai pelatih adalah rencananya memakai formasi 2-7-2 yang sempat menyedot perhatian pecinta sepakbola. Tentu formasi tersebut tidak lazim digunakan. Hal tersebut pernah dia ucapkan saat diwawancarai La Gazetta dello Sport pada November 2018.
"Menghitung dari kanan ke kiri, itu akan menjadi 2-7-2. Penjaga gawang, saya memasukkannya di tujuh pemain tengah. Buat saya, penyerang adalah pemain bertahan pertama," kata Motta kala itu.
"Sedangkan penjaga gawang pemain yang menyerang pertama. Permainan dimulai dari penjaga gawang, lewat kakinya, dan para pemain depan menekan untuk merebut bola kembali," ujarnya.
Bila ditelaah, apa yang dikatakan Motta masuk akal. Satu yang perlu digarisbawahi adalah skema 2-7-2 versi dirinya adalah formasi yang "Menghitung dari kanan ke kiri'. Jadi formasi baik itu 4-3-3, 4-2-3-1, 5-3-2, 3-5-2, 3-4-3, 4-4-2, bisa dijadikan skema 2-7-2.
Kiper memulai permainan sudah diterapkan di berbagai tim seperti Barcelona dan Manchester City. Kemudian striker menjadi pemain bertahan. Mereka ditugaskan mengganggu pergerakan bek lawan saat memegang bola. Skema tersebut diterapkan Jurgen Klopp dan Jose Mourinho.
Menarik untuk kita tunggu. Apakah Motta akan memainkan skema 2-7-2 ala dirinya jika ditunjuk melatih PSG nanti. Sayangnya Motta bukan menjadi kandidat pengganti Tuchel yang utama.
Mauricio Pochettino yang kini juga sedang menganggur lebih diunggulkan. Kemudian alternatif kedua adalah mantan allenatore Juventus dan AC Milan, Massimiliano Allegri.
Sumber: Daily Mail/News/The Sun
Editor: Hary B Koriun
Pemko Pekanbaru memastikan program berobat gratis UHC terus berlanjut dengan anggaran Rp111 miliar setelah tunggakan…
Menkeu Purbaya menyebut APBN bisa tanpa defisit, namun berisiko besar bagi ekonomi. Defisit 2025 dijaga…
DPRD Pekanbaru mendukung Satgas Penertiban Kabel FO tetap bekerja meski perda belum disahkan demi keselamatan…
Sekda Inhu menegaskan tidak ada toleransi bagi ASN yang terlibat narkoba dan mendukung penuh proses…
Jonatan Christie menjadi satu-satunya wakil Indonesia di perempat final Malaysia Open 2026 dan siap menghadapi…
Pemkab Kepulauan Meranti mulai mencairkan gaji ASN dan PPPK Januari 2026 serta tunda bayar 2024…