koeman-gusar-saat-barca-kesulitan-taklukkan-cornella
CORNELLA (RIAUPOS.CO) – Barcelona memang berhasil memeik hasil masimal ketika menjalani pertandingan babak 16 besar Copa del Rey musim 2020-2021. Menghadapi Cornell, skuad Blaugrana berhasil meraih kemenangan 2-0 atas lawannya.
Dalam pertandingan yang dimainkan di Campo Nuevo Municipal de Cornella, dini hari tadi WIB, Barca memang tampil mendominasi sejak menit awal. Bahkan di sepanjang babak pertama, Barca beberapa berhasil memiliki sejumlah kans, salah satunya dari ekseksusi Miralem Pjanic.
Akan tetapi sayangnya, eksekusi penalti Pjanic harus gagal jadi gol. Alhasil Barca sendiri harus puas menyelesaikan babak pertama laga kontra Cornella dengan skor 0-0. Pada babak kedua, jalannya laga sama sekali tidak mengalami perubahan, yang mana Barca masih terus mendominasi.
Barca kembali berpeluang untuk bisa membuka keunggulan atas Cornella melalui tembakan penalti. Akan tetapi Ousmane Dembele yang kini maju sebagai algojo juga gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Skor 0-0 pun tetap bertahan di waktu normal, dan membuat laga ini berlanjut ke babak tambahan.
Di babak tambahan, Barca akhirnya berhasil mencetak dua gol ke gawang tim tuan rumah. Kedua gol Barca tersebut berhasil disarangkan oleh Dembele (92’) dan Martin Braithwaite (120’). Skor 2-0 untuk kemenangan Barca atas Cornella pun bertahan hingga laga ini berakhir.
Seusai pertandingan melawan Cornella, juru taktik Barca, Ronald Koeman, pun memberikan komentarnya. Koeman mengaku tetap merasa kesal dan kecewa anak-anak asuhannya yang terlalu banyak membuang-buang peluang di laga tersebut.
“Hal terpenting adalah selalu lolos, tapi kami tidak bisa bahagia karena kami telah mencetak gol. Kami gagal dalam dua penalti dan kami harus lebih bertanggung jawab dalam jenis seperti pertandingan ini,” jelas Koeman, seperti disadur dari Marca.
“Sekali lagi, kami bermain selama 120 menit, yang menjadi hal penting karena sudah tiga kali seperti ini. Kami menciptakan sangat banyak peluang dan mendapat dua penalti, tidak mungkin jadinya seperti ini,” sambungnya.
“Anda tidak bisa mengeluhkan upaya mereka, tapi ini bukan hanya berlari, ini soal kreativitas dan efektivitas. Kekurangan itu merugikan kami. Tidak bisa terus seperti ini dan ini tidak bisa diterima. Ada sedikit keuntungan dan banyak kerugian. Mereka tampil hebat, kipernya pemain terbaik di lapangan,” jelas pria Belanda tersebut.
“Akan tetapi kami punya cukup peluang untuk mendapatkan pertandingan yang lebih mudah. Saya mengerti kenapa mereka mengalahkan Atletico Madrid. Mereka terus berlari. Kami harus diskusikan mengapa harus bermain lagi selama 120 menit,” tambah mantan pemain PSV Eindhoven itu.
Sumber: Marca/News/Soccerway
Editor: Hary B Koriun
Disnaker Pekanbaru memperketat pengawasan UMK 2026 dengan menyidak hotel dan rumah sakit untuk memastikan gaji…
Menjelang Riau Pos Fun Bike 2026, antusiasme peserta perorangan terus meningkat. Iven gowes massal ini…
RSUD Arifin Achmad berhasil menangani kasus langka pasien tersedak paku hingga ke paru-paru tanpa operasi…
Polres Bengkalis menggerebek rumah di Bandar Laksamana yang diduga jadi penampungan PMI ilegal. Empat terduga…
Puluhan siswa SMP Global Andalan mengikuti outing class ke Riau Pos untuk belajar jurnalistik, mengenal…
Pemko Pekanbaru menyegel New Paragon KTV usai viral video pesta waria. Pemeriksaan masih berlangsung, izin…