mbappe-diklaim-terluka-oleh-pernyataan-bos-psg
PARIS (RIAUPOS.CO) – Kylian Mbappe diklaim terluka mendengar pernyataan pemilik Paris Saint-Germain (PSG), Nasser Al-Khelaifi, saat sesi perkenalan Lionel Messi.
Al-Khelaifi memberikan ancaman halus kepada Mbappe saat memperkenalkan Messi sebagai pemain anyar PSG, 11 Agustus lalu. Dalam sesi konferensi pers itu, Al-Khelaifi mengatakan kedatangan Messi membuat Mbappe tidak punya alasan untuk pergi dari PSG.
"Saya rasa semua tahu masa depan Kylian: Dia tetaplah orang Paris. Dia berkata bahwa dia ingin tim yang kompetitif, tidak ada tim yang lebih baik dibanding tim ini (PSG, red) sekarang," ucap Al-Khelaifi seperti dikutip dari AS.
"Dia tak punya alasan untuk melakukan hal lain (selain perpanjangan kontrak, red) saat ini," tambah Al-Khelaifi.
AS mengklaim Mbappe terluka dengan pernyataan yang dilontarkan orang nomor satu di PSG itu. Kabar ini tak pelak membuat spekulasi Mbappe akan bergabung ke Madrid masih jauh dari kata reda.
Mbappe sendiri dikabarkan sudah memutuskan bertahan di PSG pada musim ini. Meski demikian, penyerang berusia 22 itu belum menunjukkan tanda-tanda untuk memperpanjang kontrak yang akan habis pada Juni 2022.
Mbappe belum memperpanjang kontrak karena begitu bernafsu untuk berseragam Madrid pada musim ini. Namun, situasi menjadi rumit karena Les Parisiens tidak ingin melepas sang pemain ke klub manapun musim ini.
Madrid dilaporkan AS masih memendam ambisi untuk mendapatkan tanda tangan Mbappe. Oleh karena itu, Madrid akan menunggu hingga saat terakhir penutupan bursa transfer untuk melayangkan tawaran kepada PSG untuk melepas Mbappe.
Sumber: AS/News/Daily Mail
Editor: Hary B Koriun
Pemko Pekanbaru membongkar bangunan liar di aset pemerintah kawasan Jalan Sudirman Ujung, Rumbai, menggunakan alat…
Polda Riau mengungkap dugaan peredaran sabu di Rantau Kopar, Rohil. Seorang pria diamankan, lokasi penggerebekan…
Wakil Rektor Akademik Unri, Dr Mexsasai Indra resmi maju sebagai bakal calon Rektor Unri periode…
Penampilan tim dance SMKN 1 dan SMAN 1 Rengat sukses memeriahkan suasana Riau Pos-HSBL dan…
Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.
Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…