Categories: Olahraga

BaKri The Next Big Thing: Ganda Muda Indonesia Juara All England

BIRMINGHAM (RIAUPOS.CO) – Mengalahkan juara dunia asal Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dan menyisihkan tiga pasangan Indonesia lainnya. Laju sensasional ganda putra Bagas Maulana/Mohammad Shohibul Fikri di All England akhirnya mencapai klimaks, malam tadi (20/3).

Sesuai julukannya, The Next Big Thing, BaKri –sebutan Bagas Maulana/Mohammad Shohibul Fikri– menunjukkan potensi mereka dengan memenangi ganda putra All England. Pasangan yang notabene debutan itu mengalahkan seniornya, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, dengan dua game langsung (21-19, 21-13) di Utilita Arena, Birmingham.

"Senang dan bangga bisa melangkah sejauh ini. Apalagi bisa menang dari senior kami sendiri untuk menjadi juara. Benar-benar bangga," kata Bagas dalam wawancara setelah pertandingan di mixed zone dengan BWF.

Bagas mengatakan bahwa mereka tidak melakukan persiapan khusus untuk menghadapi Hendra/Ahsan yang sejatinya merupakan partner latihan sendiri. Sebelumnya, ganda nomor 28 dunia itu juga menghadapi ganda Indonesia yang menempati posisi nomor satu dunia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo di semifinal.

"Kami bersiap seperti sebelumnya, seperti biasanya saja. Selalu fokus, tidak takut, dan berjuang sampai akhir," ucap Fikri yang sempat meneteskan air mata haru.

Fikri mengungkapkan, kunci sukses mereka di All England adalah tidak pernah takut menghadapi siapa pun lawannya.

"Juga tidak kenal menyerah, berjuang sampai akhir," tegas pemain asal PB SGS PLN Bandung tersebut.

Kemenangan BaKri juga tak bisa lepas dari kondisi Ahsan. Dia belum fit seratus persen dari cedera betis kiri. Pemain yang akrab disapa Babah itu sempat meminta perawatan di game kedua. Meski begitu, Ahsan menolak untuk mengomentari cederanya. "Aku tidak mau bahas soal cedera. Mereka (BaKri, red) memang bermain bagus. Sangat pantas (untuk juara, red)," tuturnya.

Hendra juga mengakui bahwa BaKri dengan usia yang lebih muda diuntungkan dengan permainan cepat. "Mereka menyerang kami lebih baik dan bermain lebih cepat daripada biasanya," ucapnya.

Meski gagal melengkapi gelar juara All England yang pernah diraih pada 2014 dan 2019, The Daddies –julukan Ahsan/Hendra– tetap senang karena yang mengalahkan mereka adalah juniornya. Itu artinya, regenerasi ganda putra tanah air berjalan dengan baik. ’’Yang pasti, regenerasi sudah berjalan di jalur yang tepat," kata Ahsan.

Menurut Ahsan, kalau BaKri terus konsisten di level permainan yang dipertunjukkan di All England, ganda ranking ke-28 dunia itu bisa lebih sukses ke depan. "Kami berlatih bersama setiap hari. Sering kali menjadi partner untuk pertandingan di latihan. Jadi, tahu seperti apa mereka," papar pemain PB Djarum tersebut.(raf/c7/dns/jpg)

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

HUT ke-242 Pekanbaru, Wako Agung Luncurkan Logo dan Uji Coba Bus Listrik

Wako Pekanbaru Agung Nugroho meluncurkan logo HUT ke-242 Kota Pekanbaru dan melepas uji coba bus…

21 jam ago

68 Petugas Sensus Ekonomi Siak Resmi Dikukuhkan, Bupati Afni Tekankan Integritas dan Kejujuran

Bupati Siak Afni Z mengukuhkan 368 petugas Sensus Ekonomi 2026 dan menegaskan pentingnya integritas serta…

21 jam ago

Karhutla Kembali Mengganas di Rupat, Dua Helikopter Water Bombing Diterjunkan

Karhutla kembali terjadi di Pulau Rupat, Bengkalis. Petugas gabungan dan dua helikopter water bombing terus…

21 jam ago

Sidang Korupsi Abdul Wahid, Saksi Sebut Dana Rp1 Miliar Dilaporkan Langsung ke Gubernur

Saksi mahkota Dani Nursalam mengaku melaporkan penerimaan dana Rp1 miliar dari Arief Setiawan kepada Abdul…

2 hari ago

Kasus Penyerangan Pekerja PT SBP, Korban Bertambah dan Pelaku Belum Ditangkap

Korban dugaan penyerangan terhadap pekerja PT SBP bertambah menjadi tiga orang yang dirujuk ke Pekanbaru,…

2 hari ago

Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi MBG, Eks Kepala BGN dan Dua Wakilnya Ditahan

Kejagung menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka dugaan korupsi Program MBG dan langsung melakukan…

2 hari ago