PABBSI Pecah Kongsi, Lifter Aman
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Selama ini, cabor angkat besi, angkat berat, dan binaraga bernaung di bawah satu federasi. Yakni PB PABBSI. Namun, mulai tahun depan, mereka bakal berpisah. Masing-masing cabor bakal punya induk organisasi sendiri. Keputusan ini diambil setelah PABBSI berkali-kali mendapatkan teguran dari federasi angkat besi internasional (International Weightlifting Federation/IWF).
Keputusan itu diambil dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (munaslub) yang digelar Senin lalu (16/12). Tidak ada keberatan dari pengprov maupun pengurus masing-masing cabor. Pemisahan federasi akan mulai berlaku pada November 2020.
"Permintaan dari IWF sebenarnya sudah lama. Memang sebaiknya begini. Selama ini kan satu organisasi membawahi tiga cabang olahraga. Padahal federasi internasionalnya berbeda-beda," papar Djoko Pramono, wakil ketua umum PB PABBSI, kemarin. "Ditambah lagi hanya angkat besi saja yang masuk sebagai cabor Olimpiade, lainnya bukan," imbuhnya.
Selain untuk mempermudah koordinasi antara IWF dengan elemen angkat besi di PABBSI, ada alasan lain. IWF menilai, cabor-cabor di dalam PABBSI rawan terkena kasus doping. Nah, jika ada salah satu yang tersandung kasus, maka itu akan mencederai reputasi PB PABBSI.
Jika federarsi dijatuhi sanksi, bisa-bisa atlet cabor lain ikut kena hukuman.
Sebenarnya, sejak berdiri pada 1940, minim terjadi gesekan di antara tiga cabor anggota PB PABBSI.(jpg)
Ratusan warga Bengkalis menyerbu pasar murah Minyakita dan beras SPHP. Stok cepat habis, pemerintah siapkan…
Sebanyak 267 pedagang pasar subuh mendukung relokasi sementara untuk penataan Pasar Induk Tembilahan agar lebih…
Remaja 13 tahun dilaporkan tenggelam di Sungai Kampar kawasan Kuok. Tim BPBD bersama warga masih…
HSBL 2026 resmi dimulai di Telukkuantan dengan duel panas dua rival lama, SMAN 1 Kuantan…
Diskes Riau memastikan belum ada kasus hantavirus di Riau dan mengimbau masyarakat tetap waspada serta…
Aktivitas penumpang di Bandara SSK II Pekanbaru saat long weekend Kenaikan Isa Almasih masih normal…