Bupati Siak Drs H Alfedri MSi dan Wasekjen PB ISSI Sondi Sampurno dalam jumpa pers di Siak, Rabu (18/9/2019). (MONANG LUBIS/RIAU POS)
SIAK (RIAUPOS.CO) – Tiga tim mundur dengan alasan khawatir dari ajang Tour de Siak (TdSi) 2019 yang akan dimulai Kamis (19/9/2019). Tiga tim itu adalah Team Sapura Cycling, ST George Continental Cycling Team, dan PGN Road Cycling Team. Namun, atletnya siap untuk bertanding dan tidak ada masalah.
Team Sapura atletnya tiga dari Malaysia dan dua dari Australia. Sedangkan ST George Continental Cycling Team atletnya tiga dari Australia dan dua dari New Zealand. Sementara untuk PGN Road Cycling Team semuanya warga negara Indonesia.
Adapun 11 Tim yang akan bertanding adalah KGB Cycling Team, Kinan Cycling Team, Velofit Cycling Team, NEX CCN Team, Go For Golf, Global Cycling Holland Terengganu Cycling Team, Indonesian National Team, Foolad Sepahan Cycling Team, KFC Cycling Team dan BSP Siak Cycling Team.
Sampai sejauh ini, Wakil Sekjen PP ISSI Sondi Sampurno, TdSi tetap lanjut. Kabut asap tidak akan berpengaruh bagi para atlet. “Ini hanya kabut asap kiriman, bukan asap dari cerobong limbah perusahaan,” ungkapnya.
Artinya TdSi ini tetap lanjut sesuai jadwal. Mengingat kabut asap ini bukan disengaja dan situasi sangat terkendali karena Siak hanya mendapatkan asap kiriman dari kabupaten/ kota lain.
Bahkan menurutnya, dari panggi hingga petang, atlet dari sejumlah tim terus berlatih. Sementara Bupati Siak Drs H Alfedri MSi menjelaskan seperti iven sebelumnya, panitia menyiapkan tim medis dan untuk tahun ini akan ditambah.
“Kesehatan atlet terus dipantau dan kami terus berupaya agar tepat di hari H, asap semakin menipis dan TdSi dapat terlaksana dengan baik dan lancar,” ungkapnya.(mng)
Jalur Gadis Manja menjadi juara Pacu Jalur Mini 2026 di Tepian Narosa setelah mengalahkan 65…
PSPS Pekanbaru merekrut Dimas Wicaksono, eks Persebaya yang punya pengalaman Liga 1, untuk memperkuat skuad…
Mantan PNS Dumai Tengku Muhammad Nasir ditangkap di Aceh setelah belasan tahun menjadi buronan dalam…
Pemko Pekanbaru membuka pengaduan bagi warga yang ijazah anaknya masih tertahan karena tunggakan biaya pendidikan.
Sengketa lahan sawit 2.000 hektare di Rohul kembali memanas. Warga membantah klaim mediasi Agrinas dan…
Sebanyak 81 siswa SMK 1 Tapung Hulu diduga keracunan usai menyantap makanan MBG. Sampel makanan…