Categories: Olahraga

Italia Kontra Argentina di Wembley

LONDON (RIAUPOS.CO) – Mulai tahun depan, bukan hanya Piala Dunia Antarklub yang menjadi ajang unjuk kekuatan sepakbola Eropa dan Amerika Latin. Di level timnas, mimpi Presiden FIFA Aleksander Ceferin menyaksikan negara juara dari Eropa bertanding dengan negara juara Amerika Latin dalam sebuah laga resmi akhirnya terwujud.

Ya, FIFA bersama UEFA dan Conmebol menginisiatori laga yang mempertemukan jawara Euro 2020 Italia dengan Argentina sebagai kampiun Copa America 2021. Rencananya, Italia dan Argentina saling bentrok dalam sebuah pertandingan bertajuk Finalissima. Laga berlangsung pada 1 Juni 2022.

Laga itu akan semakin identik dengan pemanasan jelang Piala Dunia 2022 di Qatar, akhir tahun depan. Itu andaikan Gli Azzurri (julukan Italia) mampu memenangi playoff kualifikasi Piala Dunia 2022. Anak asuh Roberto Mancini tersebut akan bersaing dengan Makedonia Utara dan di antara Portugal atau Turki. 

Sementara itu, Lionel Messi dkk sudah melangkah ke Piala Dunia 2022. La Albiceleste (julukan Argentina) telah memastikan tiket lolosnya ke Piala Dunia 2022 pada 16 November lalu. Duel dua negara tersebut sudah direncanakan akan berlangsung di Wembley Stadium, London. 

Atau empat hari setelah UEFA menuntaskan turnamen antarklub terakhirnya, final Liga Champions. Ceferin menyebutkan, trofi tersebut akan memperbarui rivalitas persaingan di antara negara-negara di bawah UEFA dengan Conmebol.

"Setelah kejuaraan Artemio Franchi Trophy dan Piala Interkontinental, kini kami akan kembali meluncurkan trofi di level timnas yang prestisius antara UEFA dan Conmebol. Ini kami yakini bisa membawa kegembiraan bagi pencinta sepakbola di kedua benua," klaim Ceferin.

Lebih dari itu, kedua konfederasi akan mendirikan kantor pusat di ibu kota Inggris tersebut. Ceferin pun menganggap Presiden Conmebol Alejandro Dominguez sebagai sosok paling berjasa di balik inisiasi tersebut. "Ajang yang bisa memutus dahaga orang-orang yang rindu rivalitas Eropa-Latin," sebut Dominguez seperti dikutip TycSports.

Bagi Italia, ajang tersebut bisa mengembalikan mereka ke tempat yang penuh sejarah bagi persepakbolaannya. Sebab, di sanalah musim panas lalu Giorgio Chiellini dkk memenangi Euro 2020 setelah mengalahkan timnas Inggris lewat adu penalti.

Namun, kalau Italia gagal lolos ke Qatar, Chiello (sapaan akrab Chiellini) takkan datang ke London. "Karena, mungkin itu (gagal lolos Piala Dunia 2022, red) jadi akhir kebersamaanku bersama Italia," sebut Chiellini, seperti yang dikutip Football Italia.(ren/c13/bas)
 

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Jerman Hadapi Paraguay, Nagelsmann Sebut Sistem 32 Besar Merugikan Juara Grup

Pelatih Jerman Julian Nagelsmann mengkritik format babak 32 besar Piala Dunia 2026 karena hanya memiliki…

3 jam ago

Calon Manajer Koperasi Merah Putih Meninggal, Koalisi Sipil Desak Investigasi Independen

Kematian lima calon manajer Koperasi Merah Putih saat latsarmil menuai sorotan. Koalisi sipil mendesak investigasi,…

3 jam ago

Kebakaran Hebat Hanguskan 300 Kios di Tembilahan, Pemkab Pastikan Pedagang Tetap Berjualan

Pemkab Inhil menyiapkan relokasi sementara usai sekitar 300 kios Pasar Rakyat dan Pasar Terapung Tembilahan…

3 jam ago

Duel Panas Brasil vs Jepang, Ancelotti Usung Misi Revans di Piala Dunia 2026

Brasil mengusung misi balas dendam saat menghadapi Jepang di babak 32 besar Piala Dunia 2026…

4 jam ago

Naik Bus TMP Cuma Rp242, Promo HUT Pekanbaru Berlaku hingga 30 Juni

Pemko Pekanbaru menghadirkan promo tarif Bus Trans Metro Pekanbaru hanya Rp242 hingga 30 Juni dalam…

4 jam ago

10 Jalur Lolos ke Hari Ketiga, Pacu Jalur Rayon II Disaksikan Ribuan Penonton

Hari pertama Pacu Jalur Rayon II di Tepian Narosa berlangsung meriah. Sebanyak 10 jalur berhasil…

1 hari ago