PARIS (RIAUPOS.CO) – Bek Olympique Marseille Alvaro Gonzalez menjadi sorotan usai melakukan pelecehan rasisme terhadap megabintang Paris Saint-Germain (PSG) Neymar Jr. Sebelum kasus itu, dia juga sempat "berselisih" dengan kapten Barcelona, Lionel Messi.
Neymar dan Gonzalez ribut di masa injury time saat kedua tim bentrok pada pekan ketiga Ligue 1, Senin (14/9/2020) dini hari WIB. Pemain berkebangsaan Bzasil itu kesal karena mengaku dihina dengan sebutan "monyet bajingan" pada laga yang berakhir 1-0 untuk kemenangan Marseille itu.
Akibatnya Neymar memukul kepala Gonzalez dari belakang saat keributan itu. Video Assistant Referee (VAR) menangkap kejadian tersebut. Wasit langsung memberikan kartu merah untuk Neymar dan empat orang pemain lainnya yang juga terlibat kericuhan. Sebelum kejadian itu, Neymar juga sempat memukul-mukul kepala belakang Gonzalez, tetapi masih pada batas bercanda.
“Saya menyesal tidak memukulnya di wajah. Saya tertangkap VAR memukulnya. Sekarang saya ingin melihat ketika dia memanggil saya dengan sebutan mono hijo de puta (bajingan monyet, red),” tulis Neymar di Twitter.
Namun Gonzalez menampik tuduhan dari mantan pemain Barcelona itu.
“Tidak ada tempat untuk rasisme. Terkadang Anda harus belajar menerima kekalahan,” balas Gonzalez.
Sebelum kasus dengan Neymar, Gonzalez juga pernah terlibat "friksi" dengan Messi saat masih berseragam Espanyol musim 2015/2016. Menurut video yang diunggah @DoentesPFuetbol, Senin (14/9/2020), kala itu dia melakukan body shaming dengan mengarahkan tangannya ke dada di depan La Pulga.
Gerakan Gonzalez seakan menyebut peraih Ballon d’Or enam kali itu pendek. Messi membalasnya dengan sebuah kata-kata namun sambil menutup mulut. Tapi mereka tidak berkelahi setelahnya, melainkan malah tertawa bersama.
Sumber: Sky Sports/Bola/Daily Soccer
Editor: Hary B Koriun
Polsek Kuantan Mudik menertibkan dua warung remang-remang di Bukit Betabuh setelah menerima keluhan warga. Lima…
Polisi membongkar aktivitas PETI di Kampar Kiri Hulu dan mengamankan operator ekskavator. Sejumlah peralatan tambang…
Warga Rambah sempat kesulitan air bersih setelah kabel pompa distribusi di Desa Pawan dicuri. Aliran…
Dosen Unilak membekali siswa SMKN 1 Kandis dengan kemampuan digital branding dan menghitung HPP untuk…
Air Sungai Singingi kembali keruh setelah PETI diduga beraksi. Warga meminta aparat meningkatkan razia demi…
Tempuh 192 km selama 22 jam, tiga Goweser Paliko dari Payakumbuh dan Limapuluh Kota hadir…