Categories: Olahraga

Hasil Investigasi Meninggalnya Maradona, 8 Orang Didakwa Membunuh

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Penyelidikan terhadap meninggalnya legenda sepak bola dunia, Diego Armando Maradona telah rampung. Hasilnya, delapan orang petugas medis didakwa melakukan pembunuhan atas kelalaian mereka yang menyebabkan Maradona meninggal dunia.

Hasil penyelidikan ini keluar Kamis (14/4/2022), setahun lebih setelah Maradona berpulang. Mantan bintang Timnas Argentina yang pernah bermain untuk Barcelona dan Napoli itu meninggal dunia pada 25 November 2020.

Dia menderita serangan jantung dan emboli paru. Maradona meninggal setelah baru saja keluar dari rumah sakit pasca-operasi pada bulan November. Rencananya, Maradona dirawat di rumah dan dalam pengawasan tim medis.

Keluarga dan teman-temannya lalu memperingatkan tim medis pada saat itu bahwa pengawasan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Maradona tidak diperhatikan secara teratur oleh perawat dan bahkan tidak ada kamar mandi di lantai yang sama.

Kamis (14/4/2022), pengadilan di Argentina merampungkan penyelidikan mereka dengan mengajukan tuntutan terhadap delapan petugas medis. Termasuk ahli bedah saraf Leopoldo Luque, psikiater Agustina Cosachov dan enam anggota tim lainnya.

Mereka semua dituduh melakukan pembunuhan karena kelalaian medis, dengan ancaman hukuman penjara antara lima hingga 25 tahun. Putusan akhir dari penyelidikan adalah bahwa kematian Maradona dapat dihindari dan perilaku staf medis meningkatkan risiko yang dihadapi sang legenda, karena ‘meninggalkan’ pasien.

 

Sumber: Pojoksatu.id

Editor: Edwar Yaman

 

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

59 CPNS Rohul Formasi 2024–2025 Resmi Terima SK PNS

Sebanyak 59 CPNS formasi 2024–2025 di Pemkab Rohul resmi menerima SK dan diangkat sebagai PNS…

2 menit ago

Lebih 5 Tahun Tak Diaspal, Jalan ke Pelabuhan Internasional Selatbaru Memprihatinkan

Jalan menuju Pelabuhan Internasional Selatbaru Bengkalis rusak parah dan dikeluhkan warga. Pemkab memastikan perbaikan dilakukan…

21 menit ago

ASN dan PPPK Inhu Tersangkut Narkoba, Sanksi Berat Menanti

Lima ASN Inhu diduga terlibat narkoba. Tiga orang diproses hingga pengadilan, sementara dua lainnya dikembalikan…

1 jam ago

Polda Riau Bongkar Penampungan Emas Ilegal di Kuansing, Pengepul Ditangkap

Polda Riau mengungkap penampungan emas ilegal hasil PETI di Kuansing. Polisi menangkap pengepul dan menyita…

2 jam ago

Ribuan PPPK Paruh Waktu Rohul Belum Terima Gaji Januari 2026

Sebanyak 1.608 PPPK Paruh Waktu di Rohul belum menerima gaji Januari 2026 karena masih dalam…

22 jam ago

DPRD Meranti Tegas Tolak Kenaikan Tarif Ferry, Pengusaha Dipanggil Hearing

DPRD Kepulauan Meranti menegaskan penolakan rencana kenaikan tarif ferry yang dinilai sepihak dan belum melalui…

1 hari ago