Categories: Olahraga

Anggota Exco Menentang, Ketum PSSI Ingin Hapuskan Degradasi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Format tanpa degradasi jika kompetisi dilanjutkan didengungkan PSSI. Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengungkapkannya dalam diskusi virtual di kanal Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) beberapa hari lalu.

Menurut dia, tanpa adanya degradasi dianggap paling baik untuk kompetisi di saat pandemi corona seperti sekarang. Dia melanjutkan, tidak semua tim akan bisa maksimal dalam mempersiapkan diri untuk melanjutkan kompetisi. Terutama tim-tim yang home base-nya terkena dampak pandemi corona yang besar.

"Kami kasihan jika ada tim yang berasal dari daerah terdampak Covid-19 dan tidak maksimal mainnya. Nanti tim tersebut turun kasta," katanya.

Dengan begitu, PSSI dianggap sudah sewajarnya memperhatikan aspek tersebut. Aspek yang tentu sangat memperhatikan asas keadilan untuk semua peserta, baik Liga 1 maupun Liga 2.

Selain itu, keputusan tanpa degradasi berkaca pada beberapa kompetisi di luar negeri selama pandemi corona. Salah satunya J-League di Jepang. "Iya, keputusan itu diambil sesudah melihat dari kompetisi negara-negara lain seperti Jepang," katanya.

Meski tidak ada degradasi, lanjut Iwan Bule, PSSI tetap memberlakukan promosi. Ini sedikit berbeda dengan negara-negara yang ditirunya tersebut. Promosi juga dianggap salah satu hal yang adil untuk tim-tim setelah susah payah latihan dan maksimal dalam bertanding.

Nah, Iwan Bule sendiri menyadari banyak pihak yang menentang keputusannya. Karena itu, PSSI tidak mau buru-buru memutuskannya.

Wacana tanpa degradasi bagi Liga 1 dan Liga 2 musim ini dikritik anggota Exco PSSI Haruna Soemitro. Dia justru bertanya balik apakah perubahan tersebut sudah dilaporkan ke AFC? Sebab, jika tanpa degradasi dan ada promosi bagi tim Liga 2, jumlah klub di Liga 1 musim depan jadi 20 tim.

AFC sendiri masih mengakui format yang dipakai oleh statuta PSSI sebelum kompetisi musim ini dimulai. Artinya, jika nanti ada perubahan format, harusnya PSSI melapor. Jika tidak, bisa jadi AFC tidak akan mengakui siapa pun juara Liga 1 musim ini.

Selain itu, jika meniru kasta tertinggi di Liga Jepang, harusnya musim depan jumlah tim yang degradasi dobel. Jika benar, harus ada lima tim yang terdegradasi ke Liga 2 musim depan.

"Apakah klub setuju? Yakin akan dilaksanakan? Kalau tidak dilaksanakan apa sanksinya? Itu semua harus jelas," tegasnya. Hal senada berlaku untuk Liga 2 musim depan yang harus ada 10 tim terdegradasi ke Liga 3.

Selain sudah menabrak statuta, Haruna mengingatkan soal fundamental kompetisi sepak bola kepada Iwan Bule. Sistem promosi dan degradasi itu sebuah kesatuan, tidak bisa dimodifikasi seenaknya sendiri.

"Kalau mau ikuti Liga Jepang, harus belajar sampai habis. Ngerti tidak soal musim depan J-League degradasinya dobel?" tanyanya.

Kritik lain juga meluncur dari anggota Exco Hasani Abdulgani. Menurut dia, jika berasas keadilan, apakah iya semua klub setuju dengan apa yang diwacanakan Iwan Bule?

"Statuta PSSI itu hasil kesepakatan semua member. Jika berasas keadilan, harusnya ya melakukan kongres dulu, mengubah statuta yang disepakati semua member PSSI," tuturnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Happy School Holiday Hadir, Nikmati Staycation Keluarga Nyaman di Khas Pekanbaru Hotel

Khas Pekanbaru Hotel menghadirkan promo Happy School Holiday mulai Rp485 ribu per malam untuk menemani…

3 jam ago

Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Agung Nugroho Ajak ASN Perkuat Semangat Melayani

Wako Pekanbaru Agung Nugroho mengajak ASN menjadikan nilai Pancasila sebagai landasan kerja dan pelayanan publik…

3 jam ago

Unri Gelar MUED 2026, Dorong Kerja Sama Berkelanjutan dengan Dunia Industri dan Pemerintahan

MUED 2026 menjadi ajang Universitas Riau memperkuat kolaborasi berkelanjutan dengan mitra strategis melalui inovasi dan…

3 jam ago

Wabup Rohul Sidak PKS, Temukan Harga TBS Sawit Masih di Bawah Ketetapan Pemprov Riau

Wabup Rohul menemukan harga TBS sawit di sejumlah PKS masih di bawah ketetapan Pemprov Riau…

4 jam ago

MTQ Riau 2026 Siap Digelar di Kuansing, Sebanyak 816 Peserta Resmi Ditetapkan

Sebanyak 816 peserta MTQ ke-44 Provinsi Riau resmi ditetapkan. Kuansing sebagai tuan rumah mengklaim seluruh…

4 jam ago

Dua Anggota Polres Inhil Resmi Dipecat, Kapolres Tegaskan Tak Ada Toleransi Pelanggaran

Dua personel Polres Inhil resmi diberhentikan tidak dengan hormat. Kapolres menegaskan komitmen penegakan disiplin dan…

4 jam ago