Categories: Nasional

WHO Sulit Buat Rekomendasi Universal untuk Anak-Anak Masuk Sekolah

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (12/6) mengatakan bahwa sulit untuk membuat rekomendasi universal perihal kembalinya anak-anak ke sekolah, dan WHO sedang berupaya memberikan panduan agar keputusan dalam konteks yang spesifik dapat dibuat.

"Di tingkat sekolah, sangat sulit untuk memberikan rekomendasi universal seputar pembukaan atau penutupan sekolah, karena seperti yang Anda lihat konteksnya sangat berbeda," ujar Michael Ryan, Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO, pada konferensi pers di Jenewa, Swiss, seperti dilansir Antara dari Xinhua.

"Epidemi itu sangat berbeda. Kerentanan anak-anak di berbagai lingkungan sangat berbeda. Sekolah merupakan konsep yang sangat berbeda di banyak belahan dunia. Stratifikasi usia, (seperti) apa yang Anda lakukan pada anak kecil dibandingkan dengan anak-anak yang lebih besar, dengan remaja, dengan mahasiswa, sehingga sangat sulit untuk membuat rekomendasi universal," jelasnya.

Anshu Banejee, Direktur Departemen Kesehatan Ibu, Bayi, Anak, Remaja dan Penuaan, mengatakan bahwa dengan mempertimbangkan dampak negatif dari penutupan sekolah dan dampaknya pada penularan, penting untuk "mengidentifikasi lebih baik apa dampak dari penutupan sekolah pada penularan di masyarakat."

"Kami juga telah mengidentifikasi bahwa penutupan sekolah berkontribusi atau akan berkontribusi pada hasil pendidikan yang lebih buruk, pada masalah kesehatan mental, tetapi juga nutrisi yang lebih buruk, banyak anak-anak yang bergantung pada makanan di sekolah sebagai bagian dari kebutuhan terhadap kondisi gizi mereka, serta melihat dampak kekerasan terhadap anak-anak," ujarnya.

"Jadi saya kira kita harus benar-benar melihatnya secara seimbang: apa risikonya atau apa dampak dari penutupan sekolah, dampaknya terhadap anak-anak dan penularannya di masyarakat, dan itu merupakan sesuatu yang sedang kita pelajari saat ini," tambahnya.

"Hal ini sangat bersifat konteks spesifik, sehingga sangat sulit untuk menetapkan satu kebijakan, apa yang kami coba lakukan adalah membantu para pembuat keputusan untuk mengambil keputusan untuk membuka kembali sekolah dengan aman," tambah Maria Van Kerkhove, Kepala Teknis Covid-19 di Program Kedaruratan Kesehatan WHO.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

5.000 Mangrove Ditanam di Desa Penyengat Pesisir Siak, Warga Bergerak Sebelum Abrasi Makin Parah

Warga Penyengat, Siak, menanam 5.000 mangrove secara swadaya untuk melindungi pesisir dari abrasi dan menjaga…

6 jam ago

Pamit Keluar Rumah, Gadis 19 Tahun di Pekanbaru Tak Bisa Dihubungi

Tsabita Salsabila, 19 tahun, dilaporkan hilang di Pekanbaru. Ponselnya terakhir terdeteksi di Jalan Swakarya setelah…

6 jam ago

Gempa M7,7 Hantam NTT, 20 Orang Meninggal dan 2 Masih Tertimbun

Gempa M7,7 mengguncang NTT dan menewaskan 20 orang. Enam warga luka-luka dan dua lainnya masih…

6 jam ago

Mobil Konsumen Terbakar Saat di SPBU Pelalawan, Pertamina Amankan Lokasi dan Periksa CCTV

Kendaraan konsumen terbakar di SPBU Bandar Petalangan, Pelalawan. Pertamina menghentikan operasional sementara dan masih menyelidiki…

7 jam ago

SMAN 1 Bangkinang Juara HSBL 2026, SMAN Plus Riau Takluk 60-45 di Final

SMAN 1 Bangkinang kembali juara HSBL 2026 Seri Bangkinang usai menaklukkan SMAN Plus Riau dengan…

7 jam ago

3 Hektare Lahan Gambut di Kampar Terbakar, Petugas Masih Berjuang Padamkan Api

Tiga kebakaran lahan terjadi di Kampar hingga Sabtu sore. Petugas gabungan masih menangani lahan gambut…

8 jam ago