Categories: Olahraga

Bernard Hopkins Sebut Pacquiao Lebih Penting dari Mayweather

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Bernard Hopkins adalah salah seorang petinju terbesar dalam sejarah. Pada periode 2004 sampai 2005, Hopkins memegang titel sebagai juara dunia sejati pada kelas menengah.

Dalam tiga dekade, Hopkins sangat mewarnai galaksi tinju dunia. Selain berjaya di kelas menengah, Hopkins juga menjadi juara dunia kelas berat ringan pada 2011 sampai 2012.

Pada 2011, Ring Magazine menempatkan Hopkins di posisi ketiga dalam daftar petinju kelas menengah terbaik dalam 50 tahun terakhir. Pada 2011, Hopkins meraih gelar juara dunia berat-ringan WBC pada usia 46 dan 126 hari. Itu menjadikannya petinju tertua dalam sejarah yang menjadi juara dunia.

Dengan rentetan gelarnya yang sangat mentereng itu, Hopkins menempatkan sosok Manny Pacquiao sebagai petinju yang lebih penting ketimbang Floyd Mayweather Jr.

Mayweather memang petinju tak terkalahkan sepanjang kariernya (50-0). Selain itu, dia juga menjadi petinju terkaya. Saat mengalahkan Pacquiao pada 2015, Mayweather mendapatkan bayaran mencapai 500 juta dolar AS (Rp7,1 triliun).

Selain itu, dia juga mendulang uang mencapai 433 juta dolar AS (Rp6,1 triliun) dalam pertarungan melawan mantan juara UFC Conor McGregor pada Agustus 2017.

Namun, tetap saja, di mata Hopkins, Pacquiao adalah petarung yang meninggalkan dampak lebih besar di dunia tinju ketimbang Mayweather. Bagi pria 55 tahun itu, pertarungan itu lebih penting ketimbang hanya sekadar uang.

"Bagi Floyd ini semua soal bisnis," kata Hopkins sebagaimana dilansir dari Ring TV.

"Manny bertarung melawan orang yang dipilih oleh promotornya. Sedangkan Floyd bertarung melawan orang yang secara finansial menguntungkan," imbuhnya.

Ini menjelaskan mengapa butuh lima tahun untuk mewujudkan duel antara Mayweather kontra Pacquiao. Awalnya, duel itu direncanakan terjadi pada Maret 2010. Namun, pertarungan itu baru terwujud pada 2 Mei 2015 karena nilai uangnya sangat besar.

"Tapi, Mayweather tetap seorang Hall of Famer. Bagi saya, dia adalah petarung yang hebat dan cerdas dalam bisnis," kata Hopkins.

"Ketika tinju berakhir, kamu mulai melihat rekening bankmu dan anak-anakmu. Banyak sekali petinju yang bertarung selama bertahun-tahun, namun tidak mendapatkan kompensasi yang selayaknya," tambahnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

52 Jalur Siap Bertanding di Pacu Jalur Mini Kuansing, Ini Total Hadiahnya

Sebanyak 52 jalur telah mendaftar Pacu Jalur Mini 2026 di Tepian Narosa Teluk Kuantan. Total…

1 hari ago

Ingin Staycation Saat HUT RI? Hotel Dafam Pekanbaru Punya Promo Menarik

Hotel Dafam Pekanbaru menghadirkan promo Merdeka Staycation Rp545.081 per malam. Tamu juga mendapat Es Merah…

1 hari ago

Pemko Pekanbaru Gencar Perbaiki Jalan, DPRD Ingatkan Soal Aspal Cepat Rusak

DPRD Pekanbaru mengapresiasi perbaikan jalan yang dikebut Pemko, namun meminta kualitas dijaga setelah ditemukan sejumlah…

1 hari ago

Pacu Jalur 2026 Segera Dimulai, Empat SPBU Kuansing Jadi Prioritas Tambahan BBM

Pacu jalur Kuansing 2026 diprediksi menarik puluhan ribu pengunjung. Pemkab memastikan pasokan Pertalite dan solar…

1 hari ago

Ketua Kwarcab Pekanbaru Sulastri Raih Lencana Darma Bakti dari Kwarnas

Ketua Kwarcab Pekanbaru Sulastri meraih Lencana Darma Bakti dari Kwarnas. Penghargaan diberikan atas dedikasinya membina…

1 hari ago

Rumah Warga di Jalan Tanjung Harapan Tembilahan Terbakar, Ini Kondisi Penghuninya

Rumah warga di Jalan Tanjung Harapan, Tembilahan, terbakar Kamis sore. Api berhasil dipadamkan sebelum merembet…

2 hari ago