Categories: Olahraga

Gagal ke Olimpiade,Tetap Diapresiasi

ALES (RIAUPOS.CO) – Satu slot peserta Olimpiade Paris 2024 di Grup A akhirnya terisi, Kamis (9/5). Tim terakhir yang mengisi slot tersebut adalah Guinea. Tim asal Afrika itu mendapatkan tiket terakhir ke putaran final Olimpiade Paris 2024 setelah kemarin mengalahkan Indonesia dengan skor 1-0 di Stade Pierre Pibarot, Ales, Prancis.

Pertandingan tersebut memang sangat sulit bagi Indonesia. Terutama dalam membongkar pertahanan lawan. Berdasar statistik, skuad Garuda Muda unggul penguasaan bola. Yaitu, 54 persen berbanding 46 persen. Tapi, Indonesia kurang efektif dalam melepaskan tembakan. Di antara tujuh total tembakan, hanya satu yang tepat mengarah ke gawang.

Di sisi lain, Guinea sangat agresif dalam melakukan percobaan tembakan. Total ada 13 tembakan yang dilepaskan. Dan, 4 tembakan di antaranya mengarah ke gawang. Di antara empat tembakan tepat sasaran itu, satu tembakan berbuah gol. Satu-satunya gol Guinea dikreasikan lewat titik putih pada menit ke-29 oleh Ilaix Moriba.

Meski kalah dan gagal lolos ke Olimpiade, perjuangan skuad Garuda Muda tetap layak diapresiasi. Sebab, sejak awal mengikuti Piala Asia U-23 2024 Qatar, Indonesia hanya diberi target sampai lolos ke babak perempat final atau delapan besar.

Namun, Indonesia jauh melampaui target itu. Artinya, jika memperebutkan tempat terakhir menuju Olimpiade Paris 2024, Indonesia sudah berhasil melewati babak semifinal dan perebutan tempat ketiga. Sebuah capaian yang melebihi ekspektasi.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir tidak kecewa meski Indonesia gagal melaju ke Olimpiade Paris 2024. Dia justru bangga dengan perjuangan para pemain.

’’Saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk semua yang sudah mendukung. Terutama Pak Presiden Joko Widodo yang sudah memberikan perhatian yang sangat besar terhadap tim nasional Indonesia,’’ ujar mantan Presiden Inter Milan tersebut.

Erick meminta seluruh penggawa tim Indonesia U-23 untuk menegakkan kepala. Tim bisa pulang ke Tanah Air dengan kepala tegak. Sebab, capaian yang diraih Indonesia sangat membanggakan.

’’Ini sebuah prestasi yang melebihi ekspektasi. Indonesia bisa mencapai semifinal Piala Asia, lalu bertanding di play-off Olimpiade. Ini bukan akhir. Tapi, landasan untuk terbang lebih tinggi,’’ tegas mantan Ketua Umum Perbasi tersebut.

Menteri BUMN tersebut optimistis kekuatan sepakbola Indonesia bisa lebih berkembang. Menurut dia, saat ini, tim nasional Indonesia sedang memiliki generasi emas.

’’Ada Witan Sulaeman, Marselino Ferdinan, Rizky Ridho, Ernando Ari, plus pemain-pemain naturalisasi. Kami juga punya blueprint sampai 2045. Dan, kami konsisten melakukan training jangka panjang. Artinya, program yang kami jalankan sudah on the track,’’ ucapnya.(fiq/c17/ali/jpg)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Sidak Bapanas di Pekanbaru Temukan Minyakita Dijual Jauh di Atas HET

Bapanas menemukan Minyakita dijual hingga Rp20 ribu per liter di Pekanbaru, jauh di atas HET…

20 jam ago

Atasi Banjir Pekanbaru, Dewan Minta Pemko Fokus ke Saluran Pembuangan

DPRD Pekanbaru menilai persoalan drainase menjadi penyebab utama banjir, sementara pemko mengklaim normalisasi terus berjalan.

20 jam ago

Didukung Tokoh Riau, Prof Firdaus Resmi Daftar Bakal Calon Rektor Unri

Prof Firdaus resmi mendaftar calon Rektor Unri 2026–2030 dengan dukungan tokoh adat, ulama dan masyarakat…

20 jam ago

TKA Susulan Digelar 11-14 Mei, Ratusan Siswa Rohil Belum Selesai Ujian

Sebanyak 882 siswa SD di Rohil mengikuti TKA susulan akibat gangguan internet, listrik padam, hingga…

21 jam ago

Sapi Kurban Presiden untuk Bengkalis Dibanderol Rp96 Juta

Sapi kurban bantuan Presiden RI untuk Bengkalis dibanderol Rp96 juta, sementara pengawasan hewan kurban di…

22 jam ago

Razia PETI di Kuansing, 10 Rakit Penambang Emas Ilegal Dibakar Polisi

Polres Kuansing kembali menertibkan aktivitas PETI dengan memusnahkan 10 rakit penambang emas ilegal di Kuantan…

22 jam ago