ancam-bunuh-staf-madrid-presiden-psg-dilaporkan-ke-uefa
MADRID (RIAUPOS.CO) – Presiden PSG, Nasser Al Khelaifi, marah besar usai timnya kalah dari Real Madrid. Bahkan, pria asal Qatar itu mengancam akan membunuh seorang staf Madrid yang merekam amukannya pada wasit.
PSG menjalani lawatan ke markas Madrid pada leg kedua babak 16 Besar Liga Champions, Kamis (10/2/2022) dini hari WIB. PSG menelan kekalahan dengan skor 1-3 pada duel yang dimainkan di Bernabeu tersebut.
PSG sempat unggul 1-0 pada babak pertama dan berada di atas angin karena agregat menjadi 2-0. Tapi, hattrick Karim Benzema pada babak kedua membalikkan kedudukan. Madrid pun unggul agregat 3-2 untuk melaju ke perempatfinal Liga Champions.
Al-Khelaifi hadir langsung di Stadion Bernabeu. Dia duduk di tribun kehormatan bersama Direktur Leonardo. Amarah Al-Khelaifi meledak begitu laga usai.
Al-Khelaifi segera turun dari tribun begitu laga usai. Menurut laporan COPE yang dilansir Marca, Al-Khelaifi mendatangi ruang wasit untuk melayangkan protes. Dia bahkan sampai menggedor pintu ruang ganti wasit.
Amukan Al-Khelaifi rupanya direkam oleh salah satu staf Madrid. Mengetahui hal tersebut, Al-Khelaifi makin marah. Dia mengancam orang yang merekam tindakannya saat protes pada wasit.
Al-Khelaifi mendatangi staf Madrid yang merekam aksinya. Lalu, dia memberi ancaman dengan berteriak "Saya akan membunuhmu!". Situasi makin panas sebelum petugas yang mengawal Al-Khelaifi membuat suasana lebih kondusif.
Di sisi lain, Leonardo tidak tinggal diam. Direktur PSG itu meminta staf Madrid yang merekam aksi protes Al-Khelaifi untuk menghapus video rekamannya. Selain itu, Leonardo juga ingin foto-foto kejadian tersebut dihapus.
Masih dikutip dari COPE, wasit yang memimpin laga Madrid vs PSG memasukkan aksi Nasser Al-Khelaifi dan Leonardo dalam laporan pertandingan. Laga tersebut dipimpin wasit asal Belanda, Danny Makkelie.
Al-Khelaifi dan Leonardo, dalam laporan pertandingan, disebut telah melakukan tindakan agresif. Bukan hanya secara verbal, tetapi juga tindakan secara fisik.
Al-Khelaifi dilaporkan mencoba untuk memasuki ruang ganti wasit, meminta wasit keluar, dan memukul peralatan salah satu wasit. Sementara, Leonardo disebut berteriak dan mendorong stafMadrid dan meminta menghapus video keributan.
Madrid memberikan respon atas tindakan brutal Nasser Al-Khelaifi dan Leonardo di Bernabeu. COPE menyebut pihak Madrid telah membuat laporan ke UEFA. Madrid mengirim video keributan dua petinggi PSG itu ke UEFA.
Saat ini, pihak UEFA masih mempelajari rekaman video dan laporan yang dibuat Madrid. Akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut sebelum diambil keputusan akhir.
Sementara itu, Al-Khelaifi dilaporkan kecewa pada kinerja wasit atas gol pertama Madrid. Dia menilai ada pelanggaran yang dilakukan Benzema pada Donnarumma tetapi wasit membuat keputusan berbeda.
Sumber: ESPN/Marca/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun
Pemko Pekanbaru mewajibkan seluruh provider internet ikut menata kabel fiber optic ilegal. Penertiban dilakukan bertahap…
Seorang penyelam di Inhil diduga tenggelam setelah kompresor udara mati saat evakuasi kapal. Tim gabungan…
Restorasi mangrove Teluk Pambang di Bengkalis selama lima tahun membuahkan hasil. Kawasan kini pulih, menarik…
Pemko Pekanbaru menyiapkan pembinaan, penyuluhan, dan penindakan untuk mencegah LGBT dengan melibatkan Satpol PP, mubalig,…
Pemprov Riau mempercepat perbaikan jalan provinsi di Rokan Hulu. Sejumlah ruas telah kembali fungsional, sementara…
Polres Siak menetapkan Kadishub Junaidi sebagai tersangka OTT terkait program kapal gratis. Penyidik masih mendalami…