Categories: Olahraga

Pembalap MotoGP Sempatkan Diri Nikmati Indahnya Lombok

LOMBOK (RIAUPOS.CO) –  Meski harus tetap stay di hotel kawasan Mandalika karena aturan bubble, para pembalap MotoGP menyempatkan diri jalan-jalan di sekitar tempat menginap.

Marc Marquez misalnya. Juara MotoGP enam kali itu menikmati pemandangan matahari terbenam di kawasan wisata Bukit Seger dekat Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kemudian membagikannya di Instagram story.

Marquez bersama sejumlah pembalap lain bahkan sampai naik bukit untuk melihat pemandangan Sirkuit Mandalika, tempat mereka akan menjalani tes pra musim akhir pekan ini, dan Pantai Seger dengan sudut pandang 360 derajat.

Lokasi yang dikunjungi para pembalap tersebut juga menjadi spot favorit para wisatawan semenjak pelaksanaan World Superbike di sirkuit yang sama November tahun lalu.

Sama seperti Marquez, pembalap lain, Maverick Vinales, juga terlihat berada di sekitar pantai di Mandalika. Namun, dia tak bersantai, tetapi melatih kebugaran fisik dengan berolahraga. Sementara itu, juara MotoGP musim 2020 Joan Mir lebih memilih diam di hotel dan bersantai di area kolam renang.

Kepala Dinas Pariwisata NTB H Yusron Hadi mengatakan, untuk sementara para pembalap memang diberi kesempatan istirahat setiba di Lombok. Mereka menghabiskan waktu di hotel atau tempat yang dekat dengan hotel.

“Ya, bisa di restoran atau tempat nongkrong di hotel,” katanya.

Novotel dan Hotel Pulman merupakan dua hotel yang berada paling dekat dengan Sirkuit Mandalika. Dua hotel itu juga bertetangga dengan Pantai Seger yang dikunjungi Marquez cs.

Personal Assistant to General Manager Novotel Lombok Tengah Baiq Atikah mengatakan, memang ada beberapa pembalap yang menginap di hotel tersebut.

“Ada beberapa, cuma kami tidak boleh men-share namanya karena privasi,” ucapnya.

Sebelum masuk hotel malam sebelumnya, para pembalap dan kru harus tes swab PCR terlebih dahulu. Baru kemudian langsung masuk kamar. Atikah menyebut kegiatan mereka di malam pertama sangat dibatasi.

“Bahkan minum di bar saja nggak boleh. Karena ada satgas yang ngawasi,” ucapnya.

Namun, di hari kedua mereka di hotel, para pembalap bisa lebih santai jalan-jalan di dekat hotel.

“Pengamanan travel bubble ini dibatasi sangat ketat, tidak boleh ada orang luar hotel masuk. Staf kami juga hari Ahad (6/2) harus swab PCR dan setiap hari mesti swab antigen,” tuturnya.

Para pembalap juga harus taat mengikuti aturan bubble alias gelembung. Mereka tidak diperbolehkan menemui penggemar atau berbaur dengan pihak luar. Itu dilakukan sebagai upaya mencegah penularan Covid-19.

Direktur RSUP NTB dr H L. Herman Mahaputra mengungkapkan, satgas pelaksanaan MotoGP Mandalika memang sangat ketat menerapkan aturan travel bubble. Sebab, jika berhasil, ini akan menjadi percontohan pelaksanaan ajang internasional lainnya.

“Gelembung ini tidak boleh pecah. Jika ada di antara mereka yang positif, yang bersangkutan akan dikeluarkan dari bubble untuk diisolasi di hotel di wilayah Mataram. Kalau Mandalika harus benar-benar steril,” ucapnya.

Jika pasien yang dinyatakan positif memiliki gejala, dia akan ditangani di RSUD Provinsi NTB sebagai leading sector penanganan para pembalap dan kru. Sementara itu, jika tidak berkendala, mereka akan disiapkan tempat isolasi terpusat di hotel wilayah Mataram.

 

Sumber: Jawa Pos.com
 

Editor : Erwan Sani

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Ketua DPRD Kuansing Diperiksa KPK Selama 12 Jam, Kuasa Hukum Beberkan Materi Pemeriksaan

Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…

1 hari ago

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Uraikan Dugaan Aliran Uang Rp2,4 Miliar

Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…

1 hari ago

Bupati Meranti Ingatkan Pilkades 2026 Jangan Sampai Picu Perpecahan

Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…

1 hari ago

Nelayan Korban Serangan Buaya di Rokan Hilir Meninggal Setelah Dirawat Intensif

Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…

1 hari ago

Tiga PKS di Rohul Masih Beli TBS Sawit di Bawah Harga Provinsi, Petani Diminta Lebih Selektif

Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…

2 hari ago

Pelabuhan Penumpang Dumai Resmi Jadi Kawasan Non Tunai, Pembayaran ke Malaysia Kini Bisa Pakai QRIS

Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…

2 hari ago