Categories: Olahraga

Garuda Muda Pede di Babak Semifinal, Meski Myanmar Lebih Bugar

IMUS (RIAUPOS.CO) – Tim nasional (timnas) Indonesia U-23 menghabiskan waktu cukup lama di ruang ganti pemain. Mereka larut dalam euforia kemenangan atas Laos, Kamis (5/12). Lebih dari 40 menit mereka di dalam kamar ganti. Teriakan semangat  terdengar kencang dari luar ruangan. Saat keluar dari kamar ganti dan berjalan menuju bus jemputan, raut kegembiraan terpancar dari wajah para pemain, ofisial serta pengurus PSSI.

Wajar jika Indra Sjafri dan pasukannya begitu lega. Sebab, mereka bisa lolos dari ketatnya persaingan di grup ‘’neraka’’. Garuda Muda -julukan timnas U-23- melaju ke semifinal bersama Vietnam, yang kemarin bermain imbang 2-2 melawan Thailand. Hasil seri ini cukup untuk menghentikan laju Thailand sekaligus memantapkan posisi Vietnam sebagai juara grup. Sebaliknya, meski pesta empat gol ke gawang Laos melalui Saddil Ramdani (4'), Osvaldo Haay (47' dan 90+5'), dan penalti Bagas Adi Nugroho (73'), Garuda Muda harus puas di posisi runner-up.

Evan Dimas Darmono dkk pun tak bisa berlama-lama menikmati euforia. Sebab, Sabtu besok (7/12) mereka sudah harus bertarung di laga semifinal melawan Myanmar. Praktis, Garuda Muda hanya punya waktu satu hari untuk recovery sekaligus persiapan melawan Myanmar. Bandingkan dengan Myanmar yang punya recovery lebih panjang lantaran mereka sudah menuntaskan laga terakhir Grup A sejak Senin lalu (2/12). Praktis, Myanmar jauh lebih bugar daripada timnas. Apalagi, kuantitas laga di Grup A lebih sedikit dibanding Grup B. Grup A hanya diisi lima negara. Artinya, Myanmar hanya melakoni empat pertandingan di fase grup. Sementara itu, timnas harus melakoni lima laga di fase grup.

"Myanmar beruntung punya waktu recovery lebih panjang. Tapi bukan itu fokus kami," sebut Indra. Indra lebih berkonsentrasi buat pemulihan fisik skuad Garuda Muda. "Pertandingan hari ini (kemarin) sudah kami lakoni dengan sangat baik, walaupun pada babak pertama nggak berjalan sempurna," lanjut mantan pelatih Bali United tersebut.

''Maklum, beberapa pemain ada yang sudah bermain lima kali dan ada dua pemain yang masih cedera. Selain itu, pertandingan berjalan panas,'' ujarnya.

Jeda waktu sehari jelang semifinal akan dimanfaatkan betul oleh Evan Dimas dkk. "Myanmar saya tak banyak tahu. Yang jelas kami para pemain semua siap untuk menghadapi mereka," terang bek Andy Setyo.

Sementara itu, pelatih Laos Varadaraju Sundramoorthy menilai kalau Indonesia punya kualitas yang lebih bagus. "Tetapi kami juga kurang beruntung. Dua gol dari tendangan bebas dan sekali penalti," kata pelatih asal Singapura tersebut.

Pelatih yang pernah merumput bersama FC Basel itu juga menjagokan Indonesia di semifinal. "Saya doakan yang terbaik buat Indonesia di semifinal," tutupnya.(nap/bas/jpg)

Share
Published by

Recent Posts

Gajah Diego Mati di PLG Minas, Kematian Gajah Kelima di Riau Sepanjang 2026

Gajah jinak bernama Diego (17) mati di PLG Minas akibat infeksi pencernaan kronis. Ini menjadi…

2 jam ago

SMAN 1 dan Darma Yudha Siap Bentrok di Final Putri HSBL 2026 Pekanbaru

Sektor putri SMAN 1 Pekanbaru dan SMA Darma Yudha sukses melaju ke partai final HSBL…

2 jam ago

Sekda Nonaktif Kuansing Didakwa Suap Bupati Dua Mobil Mewah Demi Muluskan Jabatan

Sekda nonaktif Kuansing Zulkarnain didakwa menyuap Bupati nonaktif Suhardiman Amby dengan dua mobil mewah demi…

2 jam ago

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

1 hari ago

DPRD Kepulauan Meranti Jadwalkan Pengesahan Dua Ranperda

DPRD Kepulauan Meranti bakal mengesahkan dua Ranperda yang telah rampung dibahas guna mendorong capaian Indeks…

1 hari ago

Tim SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda resmi…

1 hari ago