PEKANBARU, (RIAUPOS.CO – Akhir tahun identik dengan liburan. Namun, karena corona, liburan umat manusia pun terancam. Hal itu juga dirasakan Dadang yang kesal lantaran agenda ke luar kota batal.
Ia berencana pergi pada 31 Desember supaya saat sampai di Ranah Minang bisa menikmati laut dan pesta kembang api. Rupanya, Sumatera Barat memberlakukan penutupan akses masuk ke jalur wisata.
"Alamaaak…! Gagal deh liburan ke Sumbarnya. Tahu gitu berangkat dari kemarin," gerutunya.
Heri yang mendengar gerutuan itu pun langsung menyambarnya. "Makannya ga usah gegayaan liburan. Udah tau corona. Rasain deh," katanya sambil ketawa.
Mendengar pernyataan rekannya, Dadang berasa ingin berkata kasar. Namun, ada juga benarnya.
Untuk mengganti libur akhir tahun, pemuda itu pun melakukan olahraga jogging di sekitar komplek.(sof)
Bapanas menemukan Minyakita dijual hingga Rp20 ribu per liter di Pekanbaru, jauh di atas HET…
DPRD Pekanbaru menilai persoalan drainase menjadi penyebab utama banjir, sementara pemko mengklaim normalisasi terus berjalan.
Prof Firdaus resmi mendaftar calon Rektor Unri 2026–2030 dengan dukungan tokoh adat, ulama dan masyarakat…
Sebanyak 882 siswa SD di Rohil mengikuti TKA susulan akibat gangguan internet, listrik padam, hingga…
Sapi kurban bantuan Presiden RI untuk Bengkalis dibanderol Rp96 juta, sementara pengawasan hewan kurban di…
Polres Kuansing kembali menertibkan aktivitas PETI dengan memusnahkan 10 rakit penambang emas ilegal di Kuantan…