dikaitkan-dengan-viral-video-asusila-soraya-rasyid-santai
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Soraya Rasyid kini mendapat fitnah lantaran dikait-kaitkan dengan peredaran video asusila oleh netizen. Hal ini pun ramai menjadi perbincangan warganet di media sosial.
Jika dilihat dengan seksama, jelas video itu memiliki sejumlah perbedaan dengan Soraya Rasyid. Sehingga perempuan dalam video itu tentu bukan lah keep timer dalam program Uang Kaget di salah satu stasiun televisi swasta.
Merasa berada di pihak yang benar, Soraya Rasyid pun tampak santai. Dan sampai sekarang dia belum ada rencana untuk menempuh jalur hukum. Apalagi dalam situasi saat ini memang kurang mendukung untuk membesar-besarkan persoalan di tengah pandemi virus korona atau Covid-19.
“Masih belum (ada niatan bikin laporan polisi) untuk saat ini,” ucap Panji dari manajemen Soraya Rasyid kepada JawaPos.com, Senin (30/3).
Melalui akun media sosialnya, perempuan kelahiran Jakarta, 12 Juli 1997 itu telah menanggapi dengan ihwal beredarnya video tidak pantas yang dikait-kaitkan dengan dirinya oleh netizen. Soraya Rasyid meminta warganet untuk mengecek dengan seksama video itu.
“Apalagi ini, haduhh. Males sebenarnya klarifikasi kayak beginian,” tutur Soraya melalui Instagram Stories, belum lama ini. Jika masih ada netizen yang menganggap adanya kemiripan dirinya dengan perempua dalam video itu, Soraya Rasyid menilai orang itu berarti tidak jeli dalam melihat.
“Cek mata anda ! Please be smart” kata Soraya Rasyid yang sempat berperan sebagai Imas, seorang asisten rumah tangga dalam sinetron Preman Pensiun.
Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman
Wako Pekanbaru Agung Nugroho meluncurkan logo HUT ke-242 Kota Pekanbaru dan melepas uji coba bus…
Bupati Siak Afni Z mengukuhkan 368 petugas Sensus Ekonomi 2026 dan menegaskan pentingnya integritas serta…
Karhutla kembali terjadi di Pulau Rupat, Bengkalis. Petugas gabungan dan dua helikopter water bombing terus…
Saksi mahkota Dani Nursalam mengaku melaporkan penerimaan dana Rp1 miliar dari Arief Setiawan kepada Abdul…
Korban dugaan penyerangan terhadap pekerja PT SBP bertambah menjadi tiga orang yang dirujuk ke Pekanbaru,…
Kejagung menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka dugaan korupsi Program MBG dan langsung melakukan…