ilustrasi - internet
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sejumlah empat orang tersangka diamankan di Polsek Bukit Raya, karena telibat pencurian dengan pemberatan (curat) tadah satu unit mesin air jenis Robin. Mereka adalah SF alias Syamsul (37), DI alias Dendi (36), S (31) dan RH alias Ryan (26).
Di hadapan penyidik, salah satu dari tersangka ceritakan alasan tindak kriminalnya. Syamsul mengtakan, hobinya yang bermain poker menjadikan dirinya terpedaya melakukannya. “Saya kehabisan uang, jadi silaf dan hasilnya untuk membeli deposit atau voucher poker (judi online),” sebutnya, Jumat (29/11).
Meneurutnya, efek candu bermain game itu menjadikan lupa diri dan membiusnya untuk melakukan segala cara. Terlebih hasil bekerja serabutan katanya tidak seberapa. “Kadang membantu angkat barang di Pasar Dupa dan upahnya tidak seberapa,” terangnya.
Syamsul mengaku menyesal, sebab ia meninggalkan empat orang anak sehingga sang istrilah kini menjadi tulang punggung keluarga. “Anak-anak masih pada sekolah dan terpaksa istri saya yang biayai, dia bekerja di-laundri,” terangnya.
Hasil yang didapat dari menjual mesin air itu tidaklah seberapa, hanya Rp150 ribu. Namun, karena gelap mata dan kepepet membuatnya nekat melakukannya.
Kanit Reskrim Polsek Bukit Raya Iptu Aspikar membenarkan bahwa Syamsul diamankan bersama dengan tiga orang lainnya. “Syamsul ditangkap di kediamannya, di Jalan Merak, Kelurahan Tangkerang Tengah, kecamatan Marpoyan Damai, Senin (25/11). Kepada para tersangka dikenakan Pasal 363, dengan ancaman kurungan 5 tahun penjara.(*3)
Kemenag, Baznas, dan BPJS Ketenagakerjaan beri perlindungan JKK dan JKM bagi dai 3T di Riau…
Pemko Pekanbaru targetkan 5.000 warga ikuti Petang Belimau, lepas 10.000 bibit patin di Sungai Siak…
Pemuda Padel resmi hadir di Pekanbaru dengan lima lapangan standar internasional dan program latihan bersama…
JNE rayakan Imlek 2577 dengan barongsai, bagi angpau, dan promo ongkir hingga 77 persen, termasuk…
Honda Bikers Fun Motour Camp 2026 di Kampar diikuti 100 bikers Hobiku, padukan touring, camping,…
BPJS Kesehatan keluarkan Rp50,2 triliun untuk 59,9 juta kasus penyakit kronis sepanjang 2025, jantung tertinggi.