Categories: Nasional

Penggulingan Pemerintah Bukan Isu Mahasiswa

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Demonstrasi mahasiswa yang masif menentang pengesahan sejumah Undang-undang bermasalah terus menuai kontroversi. Namun tidak sedikit juga kalangan yang mengapresiasi aksi itu.

Pasalnya, sudah menjadi kewajiban mahasiswa untuk aktif mengawal dan kritis terhadap jalannya pemerintahan. Sebab, salah satu kekuatan kritik itu ada di kampus.

Direktur Humas Duta Remaja Indonesia Gifari Shadad mengatakan, mahasiswa yang dikatakan Antonio Gramscy sebagai intelektual organik harus menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat dan memantik sebuah pergerakan revolusioner. Karena itu pergerakan mahasiswa yang murni dari hati nurani dan keresahan bersama, harus tetap dijaga.

"Jangan sampai ditunggangi dan tanpa sadar menjadi "kuda" yang diarahkan untuk kepentingan kelompok dan golongan tertentu," kata Gifari dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Ahad (29/9).

Lebih lanjut, Gifari juga menuturkan, sudah selayaknya mahasiswa bersikap kritis mengawal kebijakan pemerintah sesuai koridor konstitusional dan bukan menimbulkan kegaduhan di mana-mana.

"Kita harus mencegah jangan sampai ada kepentingan yang mengganggu kemurnian dari aspirasi mahasiswa, atau bahkan dijadikan alat untuk tujuan inkonstitusional, seperti menjatuhkan pemerintahan yang sudah terpilih secara konstitusional," imbuh mantan Menteri Luar Negeri BEM Uhamka Jakarta ini.

Namun ia memastikan, dari hasil diskusinya dengan mahasiswa-mahasiswa BEM dan beberapa mantan ketua BEM, tuntutan yang disuarakan dalam aksi demonstrasi itu tidak sama sekali mendorong penggagalan pelantikan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Maruf Amin.

"Apabila ada oknum-oknum yang sengaja ingin merusak instrumen demokrasi dengan melakukan gerakan penolakan pelantikan. Maka kami, siap mengadang hal itu dan siap mengawal pelantikan Jokowi-Amin," tegasnya.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Bareskrim Polri dan Bea Cukai Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 28,3 Kg Sabu Malaysia

Bareskrim Polri bersama Bea Cukai Bengkalis menggagalkan penyelundupan 28,3 kg sabu jaringan internasional dan menangkap…

1 hari ago

Kasus Kawasan Hutan Kampar, Polda Riau Resmi Tetapkan Tersangka Oknum DPRD Kampar Inisial F

Ditreskrimsus Polda Riau menetapkan anggota DPRD Kampar berinisial F (Fahmil) sebagai tersangka kasus dugaan penguasaan…

1 hari ago

Pria Asal Dairi Ditemukan Meninggal Tergantung di Ruko Apotek Salo Kampar

Seorang pemuda asal Dairi berusia 21 tahun ditemukan meninggal tergantung di Ruko Apotek Rama Farma,…

2 hari ago

Atasi Kelangkaan dan Dugaan Mafia Solar Subsidi, DPRD Riau Bawa Wacana Pembentukan Satgas

DPRD Provinsi Riau mengusulkan pembentukan Satgas Solar terpadu untuk memberantas dugaan mafia, penyelewengan, dan antrean…

2 hari ago

Razia Pekat Satpol PP Kuansing: 6 LC diamankan, 1 LC Remaja Positif Penyakit Menular

Satpol PP Kuansing menggelar razia warung remang-remang di Desa Marsawa. Enam LC diamankan, satu di…

2 hari ago

Kesaksian Plt Kadis Perkim Pekanbaru di PN Pekanbaru: Diperas Rp35 Juta Bermodus Berita Flexing

Plt Kadis Perkim Pekanbaru Martin Manoluk memberikan kesaksian di PN Pekanbaru terkait dugaan pemerasan dan…

2 hari ago