Menko Polhukam Wiranto. Foto: Dery Ridwansah/JawaPos.com
JAKARTA(RIAUPOS.CO)– Lebih dari 10 hari sejak intimidasi yang dialami oleh mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur, situasi di Papua tak kunjung kondusif. Gerakan massa masih kerap muncul di beberapa titik untuk menggelar unjuk rasa. Bahkan, massa merusak dan membakar fasilitas publik yang ada di Papua dan Papua Barat.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan, tidak menutup kemungkinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan berkunjung langsung ke Papua. Namun, dia tidak bisa menyebutkan kapan itu dilaksanakan. Mengingat Presiden memiliki pertimbangannya sendiri.
“Pasti Presiden Enggak usah disuruh juga pasti kesana (Papua). Kesana pasti harus membawa kebaikan,†ujar Wiranto di Kemenko Polhukam Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (30/8).
Di sisi lain, Wiranto meminta agar setiap pihak menjadi penenang dalam konflik di Papua. Dengan terwujudnya situasi kondusif, maka pembicaraan membahas pembangunan Papua dan Papua Barat bisa dilanjutkan. “Sesuai keinginan Pak Jokowi sebagai Presiden untuk mempercepat pembangunan Papua dan Papua Barat lebih cepat lagi sehingga bisa sejajar dengan provinsi lain yang dibangun,†ucapnya.
Lebih lanjut, mantan Ketua Umum Partai Hanura itu menegaskan, pemerintah sudah berupaya mewujudkan keadilan bagi rakyat Papua. Pembangunan infrastruktur telah berjalan. Program penyamaan harga juga sudah dilakukan. Untuk itu, sekarang hanya butuh dilanjutkan. Namun akan terkendala apabila situasi tak kunjung kondusif.
“Orang mengatakan ah itu kan proyek mercusuar, bukan. Itu bukan proyek mercusuar tapi proyek yang sudah diperhitungkan untuk menyejahterakan masyarakat Papua dan Papua Barat. Saya jamin itu,†pungkas Wiranto.
Sebelumnya, intimidasi yang dialami mahasiswa Papua di Malang, dan Surabaya, Jawa Timur berbuntut panjang. Senin (19/8) pagi kerusuhan pecah di Manokwari, Papua Barat dan beberapa titik lain. Sejumlah elemen masyarakat menggelar demontrasi di sejumlah titik. Terakhir kontak senjata terjadi antara petugas keamanan dengan kelompok perusuh dari Paniai di depan kantor Bupati Deiyai, Rabu (28/8). Akibatnya 1 orang anggota TNI tewas dan 5 aparat lainnya terkena panah.
Editor : Deslina
Sumber : Jawapos.com
Oknum anggota DPRD Pelalawan jalani pemeriksaan usai ditetapkan tersangka kasus dugaan penggunaan ijazah milik orang…
Dua warga Alam Panjang, Kampar, diamankan usai kepergok mencuri 54 tandan sawit. Pelaku diserahkan warga…
DPUPR Meranti menyusun prioritas peningkatan dan rekonstruksi jalan 2026 pascapergeseran anggaran, sejumlah ruas terpaksa ditunda.
Dishub Kuansing kembali memasang portal jalan di Teluk Kuantan untuk membatasi kendaraan bermuatan berat dan…
PTPN IV PalmCo konsisten mendampingi pemulihan Aceh Tamiang sejak banjir bandang 2025, fokus pada anak,…
Batiqa Hotel Pekanbaru menghadirkan Patin Lancang Kuning lewat program Jelajah Rasa Nusantara, kolaborasi dengan nelayan…