Categories: Nasional

Kartu Prakerja Perlu Evaluasi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pemerintah akan menutup pendaftaran Kartu Prakerja gelombang III, hari ini (30/4) pukul 16.00 WIB. Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasasi menuturkan, sudah ada 8,6 juta orang yang telah melakukan registrasi.

"Sampai malam tadi (28/4), pendaftarnya sudah mencapai 8,6 juta orang yang teregistrasi di website. Kami sudah buka pendaftaran sampai tiga gelombang sejauh ini dan akan terus rekrut untuk mengakomodasi masyarakat dari Sabang sampai Merauke," ujarnya pada video conference, Rabu (29/4).

Dia memerinci, pada gelombang I ada 168 ribu orang yang telah lolos. Sementara, pada gelombang II ada 288 ribu orang yang lolos. Adapun peserta  yang lolos sebagai penerima manfaat kartu prakerja akan mendapatkan insentif sebesar Rp2,4 juta per orang dari total dana yang didapatnya Rp3,55 juta. Dana murni insentif akan dibayarkan setiap bulannya Rp600.000 selama empat bulan. Sisa dananya merupakan biaya pelatihan Rp1 juta dan dana survei sebesar Rp150.000.

"Untuk peserta gelombang kedua, dana sudah kami transfer malam tadi," imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, ekonom sekaligus Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah menilai, secara umum program kartu prakerja tidak tepat saat dijadikan program semi-bansos. Menurut dia, masyarakat yang terdampak PHK ataupun dirumahkan justru mengalami kesulitan untuk membayar tunggakan dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan kondisi itu, dia menilai bahwa masyarakat yang mendaftar program itu hanya mengejar insentifnya.

"Saya yakin sebagian besar dari mereka mendaftar untuk mendapatkan insentifnya. Ini perlu ditanyakan kepada pendaftar," tuturnya.

Meski begitu, dia mengapresiasi adanya program Kartu Prakerja. Namun, waktu pelaksanaannya perlu ditinjau kembali. Piter melanjutkan, program Kartu Prakerja bisa dijalankan bila memang dibarengi dengan pemberian bantuan kepada masyarakat yang dilakukan secara tepat sasaran. Dia pun mengimbau agar pemerintah melakukan evaluasi program tersebut.

"Persoalannya, di tengah pandemi Covid-19 banyak sekali masyarakat yang terdampak dan belum dapat bantuan. Mereka lihat di Kartu Prakerja ada bantuan, padahal isinya lebih banyak pelatihan," jelasnya.(dee/jpg)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Tabebuya Bermekaran, Wajah Kota Pekanbaru Berubah Jadi Lebih Indah

Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…

3 hari ago

Kalam Kudus Menang di Dua Laga, Putra-Putri Melaju ke Final HSBL Selatpanjang

Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…

3 hari ago

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

4 hari ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

4 hari ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

4 hari ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

4 hari ago