Categories: Nasional

Sudah Banyak Negara Longgarkan Syarat Perjalanan

SINGAPURA (RIAUPOS.CO) – Optimisme kembali ke kehidupan normal semakin menebal. Sejumlah negara di dunia telah melakukan pelonggaran-pelonggaran terhadap protokol pencegahan penularan Coronavirus Disease 2019 atau lebih dikenal dengan Covid-19. Seperti yang dilakukan Singapura.

Mulai pekan depan, negara tetangga tersebut memasuki babak baru. Hampir semua pembatasan terkait Covid-19 dicabut. Baik itu untuk aktivitas di dalam negeri maupun kedatangan internasional. Mulai 1 April, Singapura akan hidup berdampingan dengan virus SARS-CoV-2 tersebut.

Pemerintah Singapura melonggarkan pembatasan perjalanan. Kebijakan itu seakan menghubungkan kembali Singapura dengan dunia. Sejak Covid-19 melanda dunia, Singapura memang memprotek diri dengan menerapkan pembatasan aktivitas secara luas. Terutama arus keluar dan masuk negara.

Mulai 31 Maret pukul 23.59 waktu Singapura, program jalur perjalanan tervaksinasi (VTL) di Singapura akan dihapus. Singapura berganti mengadopsi aturan yang jauh lebih sederhana. Semua pelancong yang sudah mendapat vaksin lengkap, baik itu orang dewasa maupun anak-anak 12 tahun ke bawah, bisa masuk Singapura tanpa karantina. Mereka cukup menunjukkan bukti negatif Covid-19 sebelum keberangkatan. Tidak perlu lagi mengajukan izin masuk dan menggunakan transportasi yang ditunjuk seperti saat program VTL berlaku.

Singapura juga telah menghapus kuota harian kedatangan turis asing. Mereka tidak akan mendapatkan peringatan lewat aplikasi. Tes antigen (ART) saat tiba di Singapura juga dihapus. Intinya, ke Singapura sudah semudah sebelum pandemi, asalkan sudah divaksin lengkap dan negatif Covid-19.

Tapi bagi yang belum divaksin sama sekali atau yang belum lengkap, tidak boleh masuk. Itu termasuk pemegang kartu kunjungan jangka panjang dan jangka pendek. Pengecualian diberlakukan jika memang sakit dan tidak memungkinkan divaksin, atau mereka yang memiliki persetujuan masuk yang sah dengan beberapa alasan seperti belas kasih. Kelompok ini harus menunjukkan bukti negatif Covid-19 dua hari sebelum keberangkatan, tetap diminta isolasi selama 7 hari dan menjalani tes PCR setelah masa karantina.

Kebijakan Pemerintah Singapura tampaknya juga akan diikuti oleh beberapa negara, terutama di Asia Tenggara. Perjalan lintas negara semakin terbuka asal bebas dari Covid-19. Semoga pandemi ini segara berakhir.***

 

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Program CKG Belum Diminati, Baru Setengah Juta Warga Riau Periksa Kesehatan Gratis

Program Cek Kesehatan Gratis di Riau masih minim peminat. Hingga akhir Mei 2026, baru 8,54…

3 jam ago

Awas! Buaya “Beni” Kembali Muncul di Arena Pacu Jalur Tepian Lubuak Sobae Baserah

Kemunculan buaya "Beni" di arena Pacu Jalur Tepian Lubuak Sobae Baserah membuat warga diminta waspada…

3 jam ago

Rumah Bulat dan Dua Kontrakan di Marpoyan Damai Ludes Terbakar, Motor Ikut Hangus

Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…

23 jam ago

Mangrove Desa Bokor Mendunia, 13 Spesies Jadi Magnet Wisatawan

Desa Bokor di Kepulauan Meranti berhasil menjaga 13 spesies mangrove dan mengembangkan ekowisata berkelanjutan berbasis…

23 jam ago

Razia Gabungan di Sudirman, 117 Kendaraan Langsung Ditindak

Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…

3 hari ago

UHTP Sembelih 4 Sapi Kurban, Daging Dibagikan untuk Warga dan Karyawan

Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…

3 hari ago