Categories: Nasional

Asesmen Nasional Sulit Tentukan Keberhasilan Pendidikan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menyoroti penerapan asesmen nasional (AN) yang dijadwalkan diterapkan tahun ini. Pasalnya, AN tidak dijadikan sebagai penentu kelulusan, tetapi untuk evaluasi siswa.

Wakil Sekjen Dudung Abdul Qadir menyarankan pelaksanaan AN jangan hanya diberlakukan untuk kelas 5, 8, dan 11 saja. “AN mungkin tidak cukup. Karena, hanya kelas 5, 8, 11,” kata Dudung dalam siaran YouTube Vox Point Institute Indonesia, Selasa (30/3).

Sorotan Dudung itu terkait rencana Kemendikbud yang menerapkan AN untuk siswa 5, 8, dan 11. Semua itu satu tingkat sebelum siswa lulus.

Menurut dia, penentuan kelas penerapan AN sangat acak. AN yang hanya dijalankan pada tiga tingkatan saja, yakni 5, 8, dan 11, maka sulit untuk melihat keberhasilan pendidikan.

Dia meminta Kemendikbud melihat keberhasilan dunia pendidikan secara menyeluruh. Pengukuran hasil pendidikan perlu diatur secara penuh pada setiap jenjang, melalui kebijakan yang tepat dan jelas.

“Ini jadi sebuah dilema buat kita (guru) menentukan keberhasilan pendidikan, memetakan pendidikan secara nasional,” tutur dia.

Dudung meminta harus harus ada arah kebijakan yang jelas terkait pengukuran, penilaian, dan evaluasi siswa. Ketika menyusun kebijakan, Kemendikbud juga perlu mengajak pihak terkait dengan melakukan diskusi instensif.

“Kemendikbud hari ini sangat tidak memberi ruang kepada kami (PGRI) organisasi profesi untuk berdialog dan diskusi,” pungkas Dudung.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Ketua DPRD Kuansing Diperiksa KPK Selama 12 Jam, Kuasa Hukum Beberkan Materi Pemeriksaan

Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…

12 jam ago

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Uraikan Dugaan Aliran Uang Rp2,4 Miliar

Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…

12 jam ago

Bupati Meranti Ingatkan Pilkades 2026 Jangan Sampai Picu Perpecahan

Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…

13 jam ago

Nelayan Korban Serangan Buaya di Rokan Hilir Meninggal Setelah Dirawat Intensif

Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…

13 jam ago

Tiga PKS di Rohul Masih Beli TBS Sawit di Bawah Harga Provinsi, Petani Diminta Lebih Selektif

Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…

2 hari ago

Pelabuhan Penumpang Dumai Resmi Jadi Kawasan Non Tunai, Pembayaran ke Malaysia Kini Bisa Pakai QRIS

Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…

2 hari ago