Categories: Nasional

DBD Sudah Telan 3 Korban JiwaÂ

DUMAI (RIAUPOS.CO) — Terhitung sejak Januari hingga November 2019, tercatat sebanyak 803 pasien terserang penyakit Deman Berdarah Dengue (DBD) yang ditangani RSUD Kota Dumai. Mirisnya ada 3 pasien meninggal akibat DBD. "Tiga  anak tersebut dilarikan ke RSUD Dumai, ketika masuk ke tingkat paling membahayakan yakni DSS (Dengue Shock Syndrom, red)," ujar Kepala Seksi Pelayana Medis RSUD Kota Dumai dr Bakrie, Kamis (28/11).

Ia menjelaskan satu warga Kelurahan Bagan Besar meninggal dunia Januari lalu. Kemudian  warga Kelurahan Teluk Binjai meninggal dunia pada 4 November  2019, dan satu lagi 1 pasien dari Kecamatan Sungai Sembilan pada 12 November 2019. "Untuk jumlah pasien DBD yang ditangani setiap bulannya berkisar pada angka 20 hingga 60 pasien. Dimana, jumlah penderita DBD meningkat signifikan terjadi pada November  dengan jumlah 239  pasien," tuturnya.

Ia mengatakan secara keseluruhan, pasien yang terserang DBD di usia 5-15 tahun. Sesuai data pasien DBD yang ditangani di November mencapai 239 orang. Artinya, jika dibandingkan pada bulan lainnya, jumlah itu meningkat cukup signifikan "Adapun wilayah yang rentan terserang DBD terdapat di tiga kecamatan yaitu, Kecamatan Sungai Sembilan ada di tiga kelurahan, Kelurahan Tanjung Penyebal dan Basilam Baru," jelasnya.

Untuk Kecamatan Dumai Timur, ada dua Kelurahan, Jaya Mukti dan Bukit Batrem. Terakhir, di Kecamatan Bukit Kapur ada di Kelurahan Bagan Besar dan Bukit Kapur.  "Tiga  pasien meninggal dunia  karena adanya keterlambatan penangan terhadap pasien, dimana mereka tiba di RSUD dengan kondisi pasien sudah masuk ke tingkat paling membahayakan," tuturnya.

Jentik Nyamuk di Dispenser

Dalam pada itu DBD menjadi perhatian khusus Pemerintah Kota Dumai terutama Dinas Kesehatan Kota Dumai. Pada November ini pasien yang terjangkit DBD cukup tinggi. Bahkan ada satu pasien meninggal pada 12 November lalu akibat DBD. 

Kondisi cuaca yang tidak menentu kadang hujan, kadang panas membuat perkembangan jentik-jentik nyamuk Aedes Aygepti semakin meningkat. “Memang  di akhir tahun ini penyebaran DBD mengalami peningkatan, salah satu faktornya adalah musim penghujan,” tutur Kadiskes Faisal, Kamis (28/11).

Ia mengatakan ada temuan yang cukup mengejutkan dari penyisiran tim Diskes Kota Dumai yakni ada temuan jentik-jentik hidup di dispenser milik warga. "Saat kami sisir lingkungan warga yang terkena DBD,  tim menemukan banyak tumpukan sampah plastik, bahkan di dalam rumah positif DBD ditemukan jentik-jentik nyamuk di dispenser," sebutnya.(ade)

Laporan HASANAL BULKIAH, Dumai

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Nurul Angely Juara Pertama Bintang Radio Kabupaten Kuansing 2026

Nurul Angely dari Kecamatan Kuantan Mudik berhasil keluar sebagai juara pertama ajang Bintang Radio Kabupaten…

3 jam ago

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

1 hari ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

1 hari ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

1 hari ago

Kabut Asap Makin Tebal, Disdikbud Pelalawan Liburkan Tatap Muka di 8 Kecamatan

Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…

1 hari ago

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

2 hari ago