ANKARA (RIAUPOS.CO) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam penghinaan dirinya melalui kartun yang dipampang di halaman depan tabloid Prancis, Charlie Hebdo. Erdogan menyebut surat kabar satir itu dengan "bajingan".
Erdogan mengaku belum melihat secara langsung kartun dirinya di Charlie Hebdo yang terbit pada Selasa (27/10/2020) malam. Dia tak ingin melihat surat kabar yang punya sejarah kerap menghina Islam.
Gambar kartun itu menunjukkan sosok seperti Erdogan mengangkat rok perempuan berjilbab. Dia mengetahui kehebohan ini melalui laporan para pejabat serta pemberitaan media massa.
Pemimpin berusia 66 tahun itu menyebut penggambaran dirinya dalam kartun Charlie Hebdo sebagai menjijikkan.
"Saya tidak perlu mengatakan apa pun kepada bajingan yang menghina Nabi tercinta dalam skala seperti itu," kata Erdogan, dalam pidatonya di depan anggota parlemen, seperti dikutip dari AFP, Rabu (28/10/2020).
"Saya sedih dan frustrasi, bukan karena serangan menjijikkan terhadap saya secara pribadi, tapi karena ketidaksopanan menargetkan Nabi kita yang kita cintai lebih dari diri kita sendiri," ujarnya.
Sebelumnya Kantor Kepresidenan Turki menegaskan akan mengambil tindakan hukum dan diplomatik atas kartun Erdogan yang diterbitkan Charlie Hebdo.
Kantor Kejaksaan Ankara mengatakan sedang menggelar penyelidikan atas penerbitan tersebut.
Kartun itu juga menimbulkan kemarahan di kalangan politisi Turki serta mempertajam krisis hubungan kedua negara yang sedang panas terkait isu Laut Mediterania dan perang Armenia-Azerbaijan.
Sumber: AFP/News/ Arab News/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun
Atlet difabel asal Rokan Hulu, Niken, sukses meraih empat medali di ASEAN Para Games 2025…
Pemkab Inhu lakukan tes urine terhadap 29 anggota Satpol PP sebagai langkah deteksi dini narkoba…
Enam pelaku pencurian dengan kekerasan di Jalan Lingkar Pasirpengaraian ditangkap polisi. Aksi mereka sempat meresahkan…
Oknum anggota DPRD Pelalawan jalani pemeriksaan usai ditetapkan tersangka kasus dugaan penggunaan ijazah milik orang…
Dua warga Alam Panjang, Kampar, diamankan usai kepergok mencuri 54 tandan sawit. Pelaku diserahkan warga…
DPUPR Meranti menyusun prioritas peningkatan dan rekonstruksi jalan 2026 pascapergeseran anggaran, sejumlah ruas terpaksa ditunda.