Mohamad Sohibul Iman
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendesak pemerintah mengusut tuntas kasus meninggalnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO), Ananda Randi dan Ananda Yusuf Kardawi. Kedua pemuda asal Kendari itu meninggal saat mengikuti aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Sulawesi Tenggara awal pekan lalu.
Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman mendorong agar kasus tersebut diungkap secara transparan dan bertanggung jawab. Dia berharap, siapa pun pelaku yang melakukan kekerasan terhadap mahasiswa harus di hukum secara berkeadilan.
“Usut tuntas siapa pelaku penembakan tersebut. Siapapun pelakunya harus mendapatkan hukum yang seadil-adilnya,” kata Sohibul, Sabtu (28/9).
Sohibul juga mendesak kepada aparat penegak hukum agar lebih cermat dan profesional dalam menangani aksi massa dengan tidak melakukan tindakan represif. Dia mengingatkan bahwa mahasiswa ialah warga negara yang harus dijamin keselamatan dan keamanannya oleh negara.
“Mereka adalah anak-anak kita yang sedang memperjuangkan nilai-nilai yang mereka yakini kebenarannya. Seharusnya mereka mendapatkan jaminan keamanan dan keselamatan dalam menyampaikan aspirasi mereka bukan justru mendapatkan tindakan kekerasan apalagi sampai pada jatuh korban meninggal,” papar mantan ketua wakil ketua DPR RI ini.
Dia juga mengucapkan rasa duka yang mendalam atas meninggalnya dua mahasiswa UHO. “Kami berduka cita atas gugurnya dua mahasiswa UHO. Kita berharap kepada semua pihak, baik gerakan protes mahasiswa maupun aparat penegak hukum sama-sama menahan diri,” pungkasnya.(jpg)
Sebanyak 187 JCH Kuansing berangkat 30 April 2026. Hotel di Madinah hanya 30 meter dari…
Aksi warga di Panipahan berujung perusakan rumah dan temuan diduga sabu. Polisi selidiki kasus, Polda…
Jalan Kampung Baru di Inhil amblas akibat gerusan air pasang surut. Akses warga terputus, BPBD…
Polisi tangkap komisaris dan direktur SPBU terkait penyelewengan solar subsidi di Pelalawan. Modus gunakan tangki…
Pemko Pekanbaru bongkar 25 kios batu akik di Pasar Palapa. Area akan ditata jadi taman…
KPK resmi menahan Marjani, ajudan Gubernur Riau nonaktif. Ia membantah terlibat dan mengaku namanya hanya…