Sekretaris Jenderal PPP, Arsul Sani,
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Tiga partai mantan pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yakni Gerindra, PAN dan Demokrat menunjukan ketertarikannya bergabung ke koalisi Joko Widodo-Ma’ruf Amin.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengatakan tidak semua mantan partai pendukung Prabowo-Sandi bisa bergabung ke koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin.
Arsul mengatakan, hanya ada satu partai politik saja yang bisa diakomodasi untuk bergabung ke koalisi pendukung pemerintah. “Kalaupun berandai-andai ada pertambahan anggota koalisi, itu tidak akan lebih dari satu partai,” ujar Arsul kepada wartawan, Sabtu (27/7).
Namun demikian Arsul menuturkan, urusan koalisi sepenuhnya ada di tangan Jokowi sebagai kepala negara. Jokowi menjadi tokoh utama yang akan menentukan kursi di kabinetnya mendatang. "Biar menjadi keputusannya Jokowi setelah berbicara dengan para ketum parpol," katanya.
Anggota Komisi III DPR ini menambahkan, sampai saat ini para ketua umum partai politik pendukung koalisi belum melakukan pertemuan pembahasan koalisi. "Parpol, dalam hal ini ketum, harus mendengarkan apa yang menjadi pemikiran dan pandangan Pak Jokowi," ungkapnya.(jpg)
Editor: Eko Faizin
Polsek Bukit Raya menangkap terduga pelaku pencurian 25 unit iPhone di Marpoyan Damai dengan kerugian…
Empat lagu daerah Rokan Hulu resmi mendapat sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal dari Kemenkum RI.
Harga Minyakita di Kepulauan Meranti masih sesuai HET meski stok terbatas dan belum memenuhi kebutuhan…
Bupati Kuansing bertemu Sekdaprov Riau membahas persiapan MTQ ke-44 tingkat Provinsi Riau yang digelar Juni…
Kajati Riau melantik sejumlah pejabat struktural, termasuk Fredy Feronico Simanjuntak sebagai Kajari Rokan Hulu.
Bapanas mempertanyakan distribusi Minyakita di Riau setelah menemukan harga minyak goreng tersebut tembus Rp20 ribu…