Categories: Nasional

Kelompok Hacker Sepakat Tak Serang Rumah Sakit

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Novel coronavirus atau virus corona yang juga disebut Covid-19, kini telah menjadi pandemi global. Pengaruhnya bukan hanya persoalan kesehatan, tapi juga ekonomi global, dan mempengaruhi kehidupan sehari-hari miliaran orang di seluruh dunia.

Kondisi ini juga menciptakan kondisi di mana peretas, penipu, dan pengirim spam mengambil keuntungan dari pengguna dan situasi yang rentan. Karena semakin banyak orang bekerja dari rumah dengan jaringan keamanan yang lebih rendah dibandingkan dengan pengaturan kantor pada umumnya, risiko diserang kini lebih banyak.

Serangan Ransomware, yang biasanya dimulai melalui phishing, dapat menyebabkan kekacauan bagi rumah sakit karena penyerang menggunakan enkripsi untuk memblokir akses ke file mereka sendiri dan kemudian menuntut pembayaran mata uang digital untuk pembuka kunci atau sebagai tebusan.

Pekan lalu, Rumah Sakit Universitas Brno di Republik Ceko yang juga merupakan pusat pengujian Covid-19 utama, mengalami serangan ransomware yang mengganggu operasi dan menyebabkan penundaan operasi.

Pusat Keamanan Cyber Nasional Ceko dan penegakan hukum Ceko masih belum sepenuhnya memulihkan layanan digital. Bahkan, sekarang, beberapa operator komunitas hacker yang memproduksi Ransomware mengatakan, mereka tidak akan lagi menargetkan organisasi kesehatan dan medis selama pandemi coronavirus (Covid-19) berlangsung.

Bleeping Computer, sebagaimana dilansir dari Gizmochina, Ahad (29/3), menemui beberapa kelompok hacker seperti itu, di mana salah satunya yang mengatasnamakan sebagai DoppelPaymer, menanggapi dan menyatakan bahwa mereka biasanya tidak menargetkan rumah sakit atau layanan kesehatan dan akan melanjutkan pendekatan ini selama pandemi Covid-19 berlangsung.

Kelompok hackaer lainnya juga sepakat untuk menghentikan kegiatan terhadap semua jenis serangan terhadap organisasi medis lainnya sampai akhir pandemi.

Sementara kelompok Netwalker Ransomware mengklaim bahwa mereka tidak memiliki tujuan untuk menyerang rumah sakit dan mengatakan bahwa tidak ada yang akan dengan sengaja masuk ke rumah sakit.

Di tengah semua ini, beberapa perusahaan keamanan komputer, termasuk Emsisoft dan McAfee, telah menawarkan untuk membantu perusahaan riset medis serta rumah sakit yang memerangi serangan ransomware selama wabah Covid-19 untuk membentengi pusat informasinya dari serangan hacker.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Resahkan Warga, Dua Warung Remang-remang di Kuantan Mudik Ditertibkan Polisi

Polsek Kuantan Mudik menertibkan dua warung remang-remang di Bukit Betabuh setelah menerima keluhan warga. Lima…

4 jam ago

PETI di Kampar Kiri Digerebek, Satu Operator Ekskavator Diamankan Polisi

Polisi membongkar aktivitas PETI di Kampar Kiri Hulu dan mengamankan operator ekskavator. Sejumlah peralatan tambang…

10 jam ago

Warga Rambah Sempat Krisis Air Bersih, Ternyata Kabel Pompa Dicuri

Warga Rambah sempat kesulitan air bersih setelah kabel pompa distribusi di Desa Pawan dicuri. Aliran…

10 jam ago

Dosen Unilak Bekali Siswa SMKN 1 Kandis Jurus Branding Digital dan Hitung Harga Jual

Dosen Unilak membekali siswa SMKN 1 Kandis dengan kemampuan digital branding dan menghitung HPP untuk…

1 hari ago

Air Sungai Singingi Kembali Keruh, PETI Diduga Jadi Penyebab

Air Sungai Singingi kembali keruh setelah PETI diduga beraksi. Warga meminta aparat meningkatkan razia demi…

1 hari ago

Tempuh 192 Km Selama 22 Jam, Goweser Paliko Siap Meriahkan Gowes Merdeka 2026

Tempuh 192 km selama 22 jam, tiga Goweser Paliko dari Payakumbuh dan Limapuluh Kota hadir…

1 hari ago