Categories: Nasional

Sudah 132 Orang Dilaporkan Tewas Akibat Virus Corona

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Virus korona yang mematikan terus memakan korban jiwa. Di Tiongkok, dikabarkan terdapat 25 kematian baru yang terjadi di provinsi Hubei.

Sebagaimana dikutip JawaPos.com dari Firstpost, Rabu (29/1), angka kematian akibat virus korona kini menjadi 132 orang. Sementara angka infeksi atau penularan dikabarkan menyentuh 6.000 kasus atau lebih tepatnya berada di angka 5.974 kasus.

Para pakar kesehatan di Tiongkok memperingatkan bahwa epidemi itu mungkin mencapai klimaksnya dalam 10 hari ke depan. Angka kasus infeksi, penularan, dan kematian akibat virus korona diprediksi akan terus meningkat.

Update mengenai angka kasus dan kematian akibat virus korona diumumkan oleh Otoritas kesehatan Tiongkok pada hari Rabu (29/1) waktu setempat. Otoritas tersebut juga mengkonfirmasi kasus pneumonia yang disebabkan oleh virus corona baru telah dilaporkan di 31 daerah tingkat provinsi pada akhir Selasa.

Di provinsi Hubei, di mana Wuhan adalah ibu kota provinsi, 3.554 kasus yang dikonfirmasi telah dilaporkan dengan 25 kematian pada hari Selasa (28/1). Di antara kasus yang dikonfirmasi, 1.239 pasien berada dalam kondisi kritis, TV resmi CGTN melaporkan bahwa ada 9.239 suspect virus korona yang diduga di daratan Tiongkok.

Provinsi Hubei juga telah melaporkan 840 kasus yang baru dikonfirmasi, menunjukkan bahwa virus terus menyebar pada tingkat yang lebih cepat.

Virus corona dapat ditularkan di antara manusia melalui kontak dekat, kata para ahli medis Tiongkok. Seperti sudah disinggung di atas,pakar pernapasan Cina Zhong Nanshan menyebutkan, virus dengan nama novel coronavirus (2019-nCoV) dapat mencapai puncaknya dalam satu minggu atau sekitar 10 hari.

“Sangat sulit untuk memperkirakan kapan wabah mencapai puncaknya. Tetapi saya pikir dalam satu minggu atau sekitar 10 hari, itu akan mencapai klimaks dan kemudian akan ada peningkatan skala besar,” kata Zhong kepada kantor berita pemerintah Xinhua.

Zhong adalah kepala tim ahli nasional yang dibentuk untuk mengendalikan dan mencegah pneumonia yang disebabkan oleh virus lorona dan seorang akademisi dari Chinese Academy of Engineering. “Ada dua kunci untuk mengatasi epidemi, deteksi dini dan isolasi awal. Mereka adalah metode yang paling primitif dan paling efektif,” katanya.

Zhong mengatakan demam dan kelemahan adalah gejala khas infeksi virus korona baru yang ditemukan pada sebagian besar pasien. Sepuluh hingga 14 hari adalah periode yang baik untuk isolasi dan observasi.

Ketika masa inkubasi berakhir, mereka yang jatuh sakit akan mendapatkan perawatan tepat waktu dan mereka yang tidak sakit baik-baik saja, katanya.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Pastikan UMK 2026 Dipatuhi, Pemko Pekanbaru Sidak Hotel dan Rumah Sakit

Disnaker Pekanbaru memperketat pengawasan UMK 2026 dengan menyidak hotel dan rumah sakit untuk memastikan gaji…

21 jam ago

Jelang Riau Pos Fun Bike 2026, Peserta Perorangan Tunjukkan Antusiasme Tinggi

Menjelang Riau Pos Fun Bike 2026, antusiasme peserta perorangan terus meningkat. Iven gowes massal ini…

21 jam ago

Tersedak Paku Masuk ke Paru-Paru, RSUD Arifin Achmad Tangani Tanpa Operasi

RSUD Arifin Achmad berhasil menangani kasus langka pasien tersedak paku hingga ke paru-paru tanpa operasi…

21 jam ago

Polisi Bongkar Dugaan TPPO di Bengkalis, 12 Orang Diamankan

Polres Bengkalis menggerebek rumah di Bandar Laksamana yang diduga jadi penampungan PMI ilegal. Empat terduga…

21 jam ago

Belajar Jadi Jurnalis, Puluhan Siswa SMP Global Andalan Kunjungi Redaksi Riau Pos

Puluhan siswa SMP Global Andalan mengikuti outing class ke Riau Pos untuk belajar jurnalistik, mengenal…

22 jam ago

Wali Kota Turun Langsung, New Paragon KTV Disegel Usai Video Viral

Pemko Pekanbaru menyegel New Paragon KTV usai viral video pesta waria. Pemeriksaan masih berlangsung, izin…

2 hari ago