Ilustrasi. (INTERNET)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Demi mengantisipasi dan mengatasi potensi ancaman, Komando Armada I melaksanakan operasi sepanjang tahun. Beberapa daerah di Selat Melaka menjadi atensi.
Maraknya pelanggaran hukum di daerah tersebut menjadi salah satu alasan memperketat pengamanan. Berdasar data yang dihimpun Komando Armada I, daerah itu rawan pelanggaran hukum. Mulai dari penyeludupan sampai pencurian sumber daya.
Kepala Dinas Penerangan Komando Armada I Letkol Laut Fajar Tri Rohadi menjelaskan bahwa penyeludupan di Selat Melaka kerap terjadi lantaran daerah tersebut berbatasan langsung dengan negara tetangga. "Yang berbatasan dengan negara tetangga, masalah penyeludupan pasti rawan," terang dia kepada JPG, kemarin (27/7). Tiga bulan belakangan, Fajar menyampaikan, instansinya sudah berulang menangkap pelaku kejahatan.
Beberapa hari lalu, Fajar mengungkapkan, Pangkalan TNI AL Dumai yang bermarkas di Riau berhasil menggagalkan penyeludupan narkotika. Tidak tanggung, jumlah narkotika yang hendak diseludupkan dari Malaysia itu mencapai sepuluh ribu butir ekstasi. Selain itu, petugas juga mendapati barang bukti lain berupa sabu-sabu sebanyak satu kilogram. Seluruh narkotika itu hendak dipasarkan di tanah air.(syn/jpg)
>>>Selengkapnya baca Harian Riau Pos
Editor: Eko Faizin
Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu mencatat sebanyak 2.394 warga terserang ISPA akibat kabut asap karhutla…
Sebanyak 1.687 pencari kerja memadati halaman Kantor Bupati Rokan Hulu pada hari pertama Job Fair…
Tim basket putra SMA Darma Yudha Pekanbaru sukses mempertahankan gelar juara Honda DBL with Kopi…
Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru menghadirkan promo bulanan bertajuk Paket "Koper" dengan tarif Rp455 ribu per…
Mahasiswa Magister Pendidikan Matematika FKIP UNRI mendampingi 45 guru MTsN 1 Kampar dalam memanfaatkan ChatGPT…
Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu belum menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan bagi 247 kepala sekolah yang…