Ilustrasi. (INTERNET)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Demi mengantisipasi dan mengatasi potensi ancaman, Komando Armada I melaksanakan operasi sepanjang tahun. Beberapa daerah di Selat Melaka menjadi atensi.
Maraknya pelanggaran hukum di daerah tersebut menjadi salah satu alasan memperketat pengamanan. Berdasar data yang dihimpun Komando Armada I, daerah itu rawan pelanggaran hukum. Mulai dari penyeludupan sampai pencurian sumber daya.
Kepala Dinas Penerangan Komando Armada I Letkol Laut Fajar Tri Rohadi menjelaskan bahwa penyeludupan di Selat Melaka kerap terjadi lantaran daerah tersebut berbatasan langsung dengan negara tetangga. "Yang berbatasan dengan negara tetangga, masalah penyeludupan pasti rawan," terang dia kepada JPG, kemarin (27/7). Tiga bulan belakangan, Fajar menyampaikan, instansinya sudah berulang menangkap pelaku kejahatan.
Beberapa hari lalu, Fajar mengungkapkan, Pangkalan TNI AL Dumai yang bermarkas di Riau berhasil menggagalkan penyeludupan narkotika. Tidak tanggung, jumlah narkotika yang hendak diseludupkan dari Malaysia itu mencapai sepuluh ribu butir ekstasi. Selain itu, petugas juga mendapati barang bukti lain berupa sabu-sabu sebanyak satu kilogram. Seluruh narkotika itu hendak dipasarkan di tanah air.(syn/jpg)
>>>Selengkapnya baca Harian Riau Pos
Editor: Eko Faizin
Bapanas menemukan Minyakita dijual hingga Rp20 ribu per liter di Pekanbaru, jauh di atas HET…
DPRD Pekanbaru menilai persoalan drainase menjadi penyebab utama banjir, sementara pemko mengklaim normalisasi terus berjalan.
Prof Firdaus resmi mendaftar calon Rektor Unri 2026–2030 dengan dukungan tokoh adat, ulama dan masyarakat…
Sebanyak 882 siswa SD di Rohil mengikuti TKA susulan akibat gangguan internet, listrik padam, hingga…
Sapi kurban bantuan Presiden RI untuk Bengkalis dibanderol Rp96 juta, sementara pengawasan hewan kurban di…
Polres Kuansing kembali menertibkan aktivitas PETI dengan memusnahkan 10 rakit penambang emas ilegal di Kuantan…