warning-hipertensi-stroke-dan-diabetes-bisa-berawal-dari-lambung
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Berbagai penyakit degeneratif atau penyakit akibat gaya hidup seperti stroke, hipertensi, dan diabetes, menjadi ancaman karena pola hidup yang salah. Penelitian terbaru mengungkapkan, semua penyakit tersebut bisa berawal dari lambung.
Penelitian dalam Konsep Karnus oleh Iwan Benny Purwowidodo dengan mengacu konsep biologi dasar, kimia dasar, bio-kimia, bio-molekuler dan lain sebagainya mengajak masyarakat untuk lebih memahami tubuh agar terhindar dari berbagai macam penyakit berbahaya. Hasil penelitiannya disimpulkan bahwa berbagai penyakit berawal dari lambung yang bermasalah, sehingga berakibat pada kurangnya nutrisi yang dapat diserap oleh tubuh untuk digunakan dalam proses regenerasi.
Lebih dalam lagi, kata dia, akibat dari lambung yang bermasalah, makanan tidak bisa tercerna menjadi makanan sel, dalam artian karbohidrat menjadi glukosa, protein menjadi asam amino dan lemak (trigliserid) menjadi asam lemak dan gliserol. Hal tersebut dapat memicu timbulnya penyakit-penyakit degeneratif seperti, hipertensi, diabetes, stroke, kanker dan lain sebagainya.
“Kita harus mengerti bagaimana cara kerja tubuh, sehingga kita butuh ilmu agar lebih memahami dan tidak salah dalam memilih pengobatan yang tepat,” tegasnya secara virtual.
Penelitian Konsep Karnus dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Sehingga dengan semakin pahamnya manusia akan dirinya, maka dapat mencegah berkembangnya berbagai penyakit berbahaya.
Kanker ternyata juga dapat muncul dari gaya hidup yang salah. Salah satunya kanker usus kolorektal (kanker kolon dan rektum).
Ahli Biomedik sekaligus Dosen Fakultas Kedokteran UNIKA Soegijapranata Semarang, dr. Sugeng Ibrahim, M.Biomed mengatakan materi tentang manfaat EGCG (Epigallocatechin-3-Gallate) pada pengobatan kanker kolorektal (kanker kolon dan rektum).
Menurut dr. Sugeng, nutrisi yang diformulasikan oleh Konsep Karnus salah satunya Algatea mengandung EGCG serta terdapat ikatan kompleks dari senyawa tanin dan kolagen yang terbukti mampu menekan pertumbuhan sel kanker (proliferasi), mendorong apoptosis (bunuh diri sel yang rusak) dan mampu mengganggu sinyal kanker.
“Jadi, Algatea terbukti secara ilmiah mampu membantu mengatasi kanker,” katanya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman
Padati Bike Community Pariaman mengirim tiga goweser untuk ikut Riau Pos Fun Bike 2026, mendukung…
Aksi penjambretan di Bukit Raya berujung maut. Korban tewas saat mempertahankan tas, dua pelaku diamankan…
Kennedy dan Melissa resmi dinobatkan sebagai Koko Cici Riau 2026 dalam grand final di Mal…
Roadshow Kopi Good Day Goes to School kembali digelar di SMAN 6 Pekanbaru dan disambut…
Museum Sang Nila Utama Pekanbaru resmi ditetapkan sebagai museum Tipe B oleh Kementerian Kebudayaan RI…
BPBD Siak, polisi, dan BBKSDA memastikan video dugaan serangan harimau di Kandis adalah hoaks dan…