Categories: Nasional

Usai 3,5 Jam Diklarifikasi Jaksa, Ida Yulita Susanti Tak Banyak Bicara

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Anggota DPRD Pekanbaru, Ida Yulita Susanti, Senin (27/9/2021) sore tampak kalem dan tak banyak bicara begitu meninggalkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru. Dia baru saja diklarifikasi terkait dugaan pelanggaran hak keuangan anggota DPRD.

Ida dilaporkan oleh Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Provinsi Riau (AMPR) Kota Pekanbaru, Senin (13/9) lalu ke Kejari Pekanbaru. Massa ini melaporkan Politikus Partai Golongan Karya (Golkar) itu karena menerima tunjangan transportasi. Padahal, dia diberi mobil dinas dari Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru.

Pantauan di Kejari Pekanbaru Jalan Sudirman, Ida tiba sekitar pukul 14.00 WIB. Klarifikasi dan pengambilan keterangan terhadap dirinya dilakukan Seksi Intelejen Kejari Pekanbaru.

Tiga setengah jam diklarifikasi, Ida keluar dari Kejari Pekanbaru sekitar pukul 18.00 WIB. Saat diwawancarai wartawan, dia tak menjawab. Berbagai pertanyaan yang dilayangkan tak dijawabnya.

"Maaf ya," ujarnya singkat saat memasuki mobil yang membawanya meninggalkan Kejari Pekanbaru.

Kasi Intel Kejari Pekanbaru Lasargi  Marel dikonfirmasi menyebut, pengambilan keterangan terhadap Ida dilakukan merespon laporan dari masyarakat yang masuk.

"Kami menindaklanjuti laporan masyarakat. Ini sifatnya klarifikasi. Masih awal sekali. Untuk materi belum bisa saya sampaikan, " jelas dia.

Sebelumnya, Ida diduga menguasai mobil dinas dari Pemko Pekanbaru. Kisruh penguasaan mobil dinas oleh dirinya bermula ketika terjadi keributan terkait dengan dengan warga setempat di Jalan Arifin Achmad, Rabu (1/9/2021) malam. Ida melaporkan dugaan penganiayaan terhadap dirinya dan sang anak ke Polresta Pekanbaru.

Dalam kasus ini, polisi menjadikan mobil Toyota Innova yang digunakannya sebagai barang bukti.  Belakangan diketahui bahwa mobil yang digunakannya tecatat sebagai aset Pemko Pekanbaru.

Laporan: M Ali Nurman (Pekanbaru)
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Ribuan PPPK Paruh Waktu Rohul Belum Terima Gaji Januari 2026

Sebanyak 1.608 PPPK Paruh Waktu di Rohul belum menerima gaji Januari 2026 karena masih dalam…

2 jam ago

DPRD Meranti Tegas Tolak Kenaikan Tarif Ferry, Pengusaha Dipanggil Hearing

DPRD Kepulauan Meranti menegaskan penolakan rencana kenaikan tarif ferry yang dinilai sepihak dan belum melalui…

3 jam ago

Tiang FO Tumbang, Pemko Pekanbaru Dorong Jaringan Telekomunikasi Bawah Tanah

Pemko Pekanbaru mendorong penerapan sistem ducting atau jaringan bawah tanah setelah insiden tumbangnya tiang fiber…

4 jam ago

Satu Lokasi, Banyak Layanan: MPP Inhil Permudah Urusan Haji dan Umrah

MPP Inhil menambah layanan haji dan umrah. Masyarakat kini bisa mengurus keperluan ibadah secara mudah…

22 jam ago

Patroli Malam Polisi Gagalkan Balap Liar, 29 Motor Diamankan

Polisi mengamankan 29 sepeda motor saat patroli balap liar di Simpang Garoga, Duri, guna menjaga…

23 jam ago

Unri Gandeng Tanoto Foundation Kembangkan Digitalisasi Soft Skills Mahasiswa

Unri bersama Tanoto Foundation membangun sistem digital soft skills mahasiswa terintegrasi, terukur, dan menjadi bagian…

1 hari ago