Categories: Nasional

Jokowi Pilih Diam Ditanya Penangkapan Dandhy dan Ananda Badudu

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Ditangkapnya aktivis Dandhy Laksono pada Kamis malam (26/9) dan Ananda Badudu pada Jumat pagi (27/9) mendapat respons negatif dari publik. Apalagi, penangkapan dilakukan beberapa saat setelah Presiden Joko Widodo menyampaikan komitmennya terhadap demokrasi saat bertemu tokoh nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis siang.

Ditemui usai Salat Jumat di Masjid Istana, Jumat (27/9) siang, Jokowi enggan memberikan tanggapan terkait ditangkapnya dua aktivis. Saat pertanyaan dilontarkan kepadanya, orang nomor satu di Indonesia itu langsung bergegas pergi.

Padahal, sebelum pertanyaan tersebut dilontarkan awak media, Jokowi sempat berbicara banyak soal kasus kematian mahasiswa di Kendari dan Gempa Ambon. Sebelum pergi, Jokowi justru meminta Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno untuk memberikan jawaban.

Sementara itu, Mensesneg Pratikno sendiri enggan berkomentar banyak. Dia hanya menyebut akan berkomunikasi dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. “Saya akan komunikasikan dengan Pak Kapolri,” ujarnya singkat.

Seperti diketahui, Dandhy di tangkap kepolisian Polda Metro Jaya berkaitan dengan twitt nya soal Papua. Sutradara film Sexy Killer itu dianggap menyebarkan kebencian.

Meski sudah dibebaskan, Dandhy ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya. Dia disangka melanggar Pasal 28 Ayat (2) jo Pasal 45A Ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Sementara Ananda ditangkap terkait upayanya menghimpun dana melalui media sosialnya dan disalurkan untuk demonstrasi mahasisa penentang RKUHP dan UU KPK hasil revisi di depan Gedung DPR/MPR, Selasa (24/9/2019) dan Rabu (25/9/2019). Saat ini, Ananda sudah dibebaskan dan berstatus sebagai saksi.

Editor : Deslina
Sumber: jawapos.com

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Bareskrim Polri dan Bea Cukai Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 28,3 Kg Sabu Malaysia

Bareskrim Polri bersama Bea Cukai Bengkalis menggagalkan penyelundupan 28,3 kg sabu jaringan internasional dan menangkap…

2 hari ago

Kasus Kawasan Hutan Kampar, Polda Riau Resmi Tetapkan Tersangka Oknum DPRD Kampar Inisial F

Ditreskrimsus Polda Riau menetapkan anggota DPRD Kampar berinisial F (Fahmil) sebagai tersangka kasus dugaan penguasaan…

2 hari ago

Pria Asal Dairi Ditemukan Meninggal Tergantung di Ruko Apotek Salo Kampar

Seorang pemuda asal Dairi berusia 21 tahun ditemukan meninggal tergantung di Ruko Apotek Rama Farma,…

2 hari ago

Atasi Kelangkaan dan Dugaan Mafia Solar Subsidi, DPRD Riau Bawa Wacana Pembentukan Satgas

DPRD Provinsi Riau mengusulkan pembentukan Satgas Solar terpadu untuk memberantas dugaan mafia, penyelewengan, dan antrean…

2 hari ago

Razia Pekat Satpol PP Kuansing: 6 LC diamankan, 1 LC Remaja Positif Penyakit Menular

Satpol PP Kuansing menggelar razia warung remang-remang di Desa Marsawa. Enam LC diamankan, satu di…

2 hari ago

Kesaksian Plt Kadis Perkim Pekanbaru di PN Pekanbaru: Diperas Rp35 Juta Bermodus Berita Flexing

Plt Kadis Perkim Pekanbaru Martin Manoluk memberikan kesaksian di PN Pekanbaru terkait dugaan pemerasan dan…

3 hari ago