terbaring-sakit-eva-yuliana-tetap-ingatkan-pemprov-kembangkan-pendidikan-ponpes
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melaksanakan rapat pembahasan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD), Senin (26/7/2021) kemaren. Rapat yang diselenggarakan secara virtual itu, dipimpin langsung Gubernur Riau Syamsuar.
Hadir mengikuti secara daring sejumlah pejabat teras pemprov hingga pimpinan dan anggota DPRD Riau. Dalam kesempatan itu, Anggota Dewan Dapil Kampar Eva Yuliana mengingatkan Pemprov Riau untuk dapat memperhatikan pengembangan pendidikan yang ada di Pondok Pesantren.
"Kami mohon dari pansus pondok pesantren (ponpes), persoalan ini hendaknya bisa menjadi prioritas di Riau. Kalau bisa ini menjadi salah satu program yang ada di Dinas Pendidikan Riau," ucap Eva Yuliana yang juga merupakan anggota pansus pondo pesantren.
Dalam rapat virtual itu, Eva tampak tengah berada di sebuah ruang perawatan rumah sakit. Istri mantan Bupati Kampar dua periode Jefry Noer ini mengemukakan, pihaknya tengah berjuang mengupayakan agar perda pondok pesantren bisa segera rampung. Sehingga dapat membuka ruang kepada pemerintah daerah untuk memberikan perhatian dan pembinaan kepada ponpes.
“Karena selama ini kewenangan Ponpes berada di Kementerian Agaman (Kemenag),” tuturnyaZ
Eva menilai kemajuan ponpes masih jauh dari harapan. Hal itu diungkapnya saat Pansus DPRD meninjau langsung kondisi ponpes yang ada di Riau. Pihaknya pun banyak menerima masukan dan saran dari pimpinan ponpes.
"Kami ingin ponpes melahirkan SDM yang unggul dan berakhlak mulia, generasi muda nan Islami. Makanya kualitas pendidikan juga harus disamakan bahkan harus lebih baik dari sekolah formal lainnya," pungkasnya.
Sementara itu, Gubernur Riau Syamsuar berharap agar peraturan daerah (perda) tentang pondok pesantren memang dapat segera disahkan. Sehingga kemajuan pesantren dapat ditingkatkan melalui kebijakan yang dibuat oleh daerah dan alokasi anggaran.
"Masukkan yang bagus dari Bu Eva, semoga perdanya dapat segera disahkan dalam rangka mendukung agar pondok pesatren di Riau dapat kita tingkatkan kemajuannya, juga nanti bisa kita siapkan anggaran dalam APBD. Kalau bisa lebih cepat tentu lebih baik," sebut gubri.
Laporan: Afiat Ananda (Pekanbaru)
Editor: E Sulaiman
Polsek Bukit Raya menangkap terduga pelaku pencurian 25 unit iPhone di Marpoyan Damai dengan kerugian…
Empat lagu daerah Rokan Hulu resmi mendapat sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal dari Kemenkum RI.
Harga Minyakita di Kepulauan Meranti masih sesuai HET meski stok terbatas dan belum memenuhi kebutuhan…
Bupati Kuansing bertemu Sekdaprov Riau membahas persiapan MTQ ke-44 tingkat Provinsi Riau yang digelar Juni…
Kajati Riau melantik sejumlah pejabat struktural, termasuk Fredy Feronico Simanjuntak sebagai Kajari Rokan Hulu.
Bapanas mempertanyakan distribusi Minyakita di Riau setelah menemukan harga minyak goreng tersebut tembus Rp20 ribu…