Wati, warga Jalan Merpati Sakti Panam, menyodorkan berkas KTP-el anaknya yang tidak selesai selama lima tahun kepada Kepala UPTD Capil Tampan Endrios Mahidin, di hadapan anggota DPRD Pekanbaru.
Anggota DPRD Kota Pekanbaru melakukan kunjungan lapangan (Kunlap), ke UPTD Catatan Sipil (Capil) Tampan, Kamis (12/9) pagi. Ini dilakukan dalam upaya melihat pelayanan kantor Kecamatan Tampan kepada masyarakat.
Kunlap ini langsung dipimpin Ginda Burnama ST, diikuti oleh Zainal Arifin, Nurul Ikhsan dan H Ervan. Sebelum menemui Kepala UPTD Capil Tampan, wakil rakyat ini sempat melihat proses pelayanan pengurusan KTP-el.
Hampir setengah jam anggota dewan melihat pelayanan KTP-el, menemukan lambatnya penyelesaian pengurusan identitas kependudukan tersebut.
Seorang warga yang ditemui di kantor UPTD Capil mengaku, sudah lima tahun bolak-balik kantor UPTD Tampan ini, tapi belum juga ada kepastian selesai.
"Dari anak saya SMA ngurusnya, kini sudah sarjana belum juga selesai-selesai. Buktinya saya punya kok," kata warga yang bernama Wati.
IRT yang tinggal di Jalan Merpati Sakti, Tampan, itu sangat berharap, KTP elektronik dua anaknya bisa selesai segera, karena dari tahun ke tahun belum juga selesai bahkan sampai saat ini.
"Sekarang anak saya tidak bisa pulang karena suket yang dipegang anak saya sudah mati. Anak saya sekarang terdampar di Jakarta tidak bisa naik pesawat tidak bisa naik kereta api apalagi harus mengurus surat-surat keperluan membuat atm," paparnya saat itu.
Melihat kondisi ini, para anggota dewan langsung menemui kepala UPTD Capil Tampan di ruangannya. Anggota DPRD Pekanbaru dari Fraksi Gerindra Ginda Burnama, yang langsung melihat prosesnya, mendesak UPT Disdukcapil Kecamatan Tampan, untuk segera menyelesaikan persoalan masyarakat. "Apapun persoalannya kita minta segera diselesaikan. Kita prihatin melihat hal ini mengapa bisa terjadi," katanya.
Diakuinya, secara keseluruhan layanan di Kantor UPTD Capil Tampan ini sudah baik. "Tentu kita tidak mau hanya karena masalah ini, layanan yang baik tadi jadi rusak," harap Ginda.
Kepala UPT Kecamatan Tampan Endrios Mahidin mengatakan, persoalan ini akan ditindaklanjutinya. Dia berjanji akan membantu percepatan penyelesaiannya. Dia menjelaskan, yang terjadi pada warga sampai 5 tahun belum selesai KTP-nya karena memang masalah blangko. Dan jumlah yang diminta sama yang direalisasikan tidak seimbang.
"Tentunya akan kita prioritaskan dan langsung memberitahukan ke Disdukcapil persoalan ini agar KTP-el bisa segera dicetak," sebut Endrios.(gus/adv)
PSMTI Riau bersama PMI Pekanbaru menggelar donor darah dalam rangka Waisak 2570 BE. Ratusan peserta…
Jemaah haji Riau mulai dipulangkan dari Jeddah pada 4 Juni. Kemenhaj mengingatkan larangan membawa air…
Sekitar 12 gajah liar masuk ke perkebunan warga di Muara Fajar, Rumbai. Tim gabungan berhasil…
Program Cek Kesehatan Gratis di Riau masih minim peminat. Hingga akhir Mei 2026, baru 8,54…
Kemunculan buaya "Beni" di arena Pacu Jalur Tepian Lubuak Sobae Baserah membuat warga diminta waspada…
Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…