Categories: Nasional

Komisi III DPR Cecar Menkum HAM soal Keberadaan Harun Masiku

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Rapat kerja Komisi III DPR dengan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Yasonna H Laoly lagi-lagi menjadi momen menggali keberadaan buron KPK Harun Masiku. Padahal, rapat yang dimulai pukul 14.00 kemarin (24/2) mengagendakan pembahasan lanjutan RUU Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan RUU Pemasyarakatan. Dua RUU itu adalah hasil carry over periode 2014–2019.

Yasonna awalnya menjelaskan hasil kerja investigasi oleh tim gabungan pemeriksa terhadap perlintasan keimigrasian yang dibentuk Kemenkum HAM. Hasilnya, sepanjang 23 Desember 2019 hingga 10 Januari 2020, sistem informasi manajemen keimigrasian (simkim) mengalami masalah.

Sebanyak 120.661 orang tak tercatat ke sistem keimigrasian di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Termasuk Harun Masiku. Padahal, eks caleg PDI Perjuangan itu telah kembali ke Indonesia pada 7 Januari 2020. Artinya, Harun berada di Indonesia sebelum KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada 8 Januari.

Belakangan, pada 22 Januari, Direktorat Jenderal Imigrasi mengakui bahwa Harun telah kembali ke Indonesia pada 7 Januari. ”Itu betul-betul apes. Apes besar dan sangat memalukan untuk kali pertama,’’ kata Yasonna.

Atas kesalahan pada sistem simkim, dia juga keliru menyampaikan statemen bahwa Harun Masiku masih berada di luar negeri. Yasonna berdalih pernyataan itu berdasar laporan dari mantan Dirjen Imigrasi Ronny F. Sompie. Dia mengaku tidak akan mempertaruhkan integritas dirinya hanya untuk melindungi Harun. ’’Saya tidak akan mempertaruhkan integritas saya. Terlalu kecil lah,’’ ucapnya.

Penjelasan Yasonna langsung memantik reaksi keras sejumlah anggota komisi III. Salah satunya Benny K. Harman. Politikus Partai Demokrat itu mengatakan, wajah Yasonna semakin pucat saat menerangkan soal Harun Masiku. Dia meminta menteri asal PDIP itu tidak menyembunyikan informasi soal keberadaan tersangka KPK tersebut. ’’Saya lihat wajah Pak Yasonna makin pucat. Tidak usah disembunyikan. Buka saja,’’ tegasnya.

Benny menyampaikan, saat ini muncul tiga spekulasi terkait keberadaan Harun. Pertama, papar dia, Harun sudah dieksekusi mati. ”HM (Harun Masiku, Red) ditembak mati, ini sangat mungkin,” kata dia.

Spekulasi kedua, Harun sengaja disembunyikan. Saat berada di Indonesia seperti saat ini pun, yang bersangkutan sangat sulit ditemukan. Padahal, pencarian luas telah dilakukan aparat kepolisian ke semua daerah. Spekulasi ketiga, lanjut Benny, Harun menyembunyikan diri. ”Namun, untuk dugaan ketiga ini kecil kemungkinan,’’ ujarnya.

Nah, untuk mencari titik terang, dia mengusulkan dibentuk panitia kerja (panja) di komisi III. Panja tersebut khusus bekerja soal keberadaan Harun dan rumor miring terkait yang bersangkutan. ”Supaya ini tuntas dan tidak ada dusta di antara kita,’’ tandas politikus asal NTT itu.

Sumber: Jawapos.com
Editor : Deslina

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Ketua DPRD Kuansing Diperiksa KPK Selama 12 Jam, Kuasa Hukum Beberkan Materi Pemeriksaan

Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…

10 jam ago

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Uraikan Dugaan Aliran Uang Rp2,4 Miliar

Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…

10 jam ago

Bupati Meranti Ingatkan Pilkades 2026 Jangan Sampai Picu Perpecahan

Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…

11 jam ago

Nelayan Korban Serangan Buaya di Rokan Hilir Meninggal Setelah Dirawat Intensif

Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…

11 jam ago

Tiga PKS di Rohul Masih Beli TBS Sawit di Bawah Harga Provinsi, Petani Diminta Lebih Selektif

Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…

1 hari ago

Pelabuhan Penumpang Dumai Resmi Jadi Kawasan Non Tunai, Pembayaran ke Malaysia Kini Bisa Pakai QRIS

Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…

1 hari ago