Manajemen PT Flextronics Indonesia Batam foto bersama beberapa pekerja disabilitas yang direkrut perusahaan tersebut. (ISTIMEWA FOR BATAMPOS.CO.ID))
BATAM (RIAUPOS.COM) — Lulusan Sekolah Luar Biasa (SLB) Batam, terbukti dapat bersaing didalam dunia kerja industri Kota Batam. Salah satunya PT Flextronics Indonesia yang membuka kesempatan kerja untuk masyarakat berkebutuhan khusus (disabilitas).
Ini tersebut menjadi suatu hal yang sangat membanggakan bagi para lulusan (SLB) Batam. Lulusan tersebut dapat bersaing dengan orang normal lainnya dan diterima bekerja di perusahaan industri.
General Menejer PT Flextronics Technology Indonesia Batam, Pune Subramaniam, menuturkan, 12 anak istimewa telah resmi bekerja di perusahaan yang dikelolanya.
"Pembangunan ketenagakerjaan di Indonesia harus dilakukan secara inklusif," jelasnya, Rabu (23/10).
"Artinya siapa saja dan apapun kondisinya berhak mendapat akses ke pendidikan dan mendapatkan pekerjaan yang layak," kata dia lagi.
Menurutnya 12 pekerja merupakan lulusan Sekolah Luar Biasa di Kota Batam. Di antaranya, Roy Ferdinansyah, Fonco Jauarko, Eny, Selly, Tiara, Agus, Algar, Jean, Riyanti, Obed, Rina Munthe dan Edo Sirait.
Mereka anak-anak istimewa yang mengidap Tunarunggu. Bahkan, dari 12 anak muda yang diterima bekerja di PT Flextronics Technology Indonesia ini, ada yang langsung menjadi karyawan tetap (permanen).
Pune menjelaskan, berdasarkan UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, telah mengamanatkan perusahaan swasta untuk mempekerjakan satu persen penyandang disabilitas dari total pekerjanya, sedangkan perusahaan BUMN sebanyak dua persen.
"PT Flextronics telah berkomitmen mewujudkan kesetaraan bagi anak disabilitas, agar dapat berkarir seperti orang awam lainnya," jelasnya
Ia pun mengungkapkan bahwa hal seperti ini juga sudah harus dimulai oleh perusahaan-perusahaan lainnya yang berada di Kota Batam.
"Jangan pandang keterbatasannya, tapi lihat kompetensinya. Berikan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas," tegasnya.
Di saat yang bersamaan, salah seorang karyawan yang juga penyandang disabilitas, Riyanti mengungkapkan sudah tujuh bulan bekerja di perusahaan ini dan sangat senang bisa bertemu dengan teman-teman lainnya
"Harapannya kedepan agar perusahaan ini dapat terus berkembang dan kesempatan kerja terhadap penyandang disabilitas terbuka lebih luas di Kota Batam," ujarnya.
Sumber : Batampos.co.id
Editor : Rinaldi
Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…
Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…
Toyota Land Cruiser 300 GR-S yang diduga terkait kasus suap Bupati Kuansing tiba di Rupbasan…
Kasus dugaan pimpinan ponpes menjalin hubungan dengan santri hingga memiliki anak menghebohkan Kuansing. Polisi menyebut…
Diduga akibat microsleep, Bus Pelangi menabrak truk tronton di Tol Pekanbaru-Dumai. Dua penumpang tewas, 16…
Tiga orang meninggal dunia, satu hilang, dan tiga selamat setelah KM Gading 2 tenggelam di…