Categories: Nasional

Saat Ramadan, Dubai Bolehkan Kumpul Maksimal 10 Orang

DUBAI (RIAUPOS.CO) – Di tengah pandemi corona (Covid-19), Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) memberikan sedikit kelonggaran kepada masing-masing distrik/provinsinya untuk membuat aturan terkait protokol corona dengan standar garis besar di pusat.

Khusus untuk Kota Dubai, mereka  mengizinkan para warganya meninggalkan rumah untuk mengunjungi keluarga dan berkumpul selama bulan Ramadan. Namun, aturan berkumpul itu tidak boleh melebihi 10 orang.

Izin itu tertuang dalam pedoman baru tentang pencegahan penyebaran Covid-19 yang dikeluarkan Departemen Pengembangan Ekonomi Kota Dubai (DED) pada Rabu (22/4).

"Kunjungan keluarga dan melakukan satu aktivitas di luar ruangan dapat dilakukan sesuai parameter yang ditetapkan," bunyi dokumen yang dikutip Al Arabiya pada Jumat (24/4/2020) itu.

Meski begitu, dokumen tersebut menegaskan bahwa jaga jarak atau social distancing tetap diberlakukan meski pemerintah mengizinkan melakukan perkumpulan tak lebih dari 10 orang.

"Kontak fisik seperti bersalaman, berpelukan, dan sebagainya tetap dilarang."

Pemerintah Dubai juga menegaskan berkumpul untuk melakukan salat berjamaah tetap dilarang. Hanya anggota keluarga yang berada dalam satu rumah yang sama yang diperbolehkan melakukan ibadah berjamaah.

Kegiatan buka atau sahur bersama juga dilarang meski antara anggota keluarga besar serta kerabat dekat yang tidak tinggal dalam satu rumah yang sama.

Aturan baru ini menandai pelonggaran kebijakan penguncian wilayah (lockdown) dan pembatasan pergerakan yang telah diterapkan pemerintah Dubai dalam beberapa waktu terakhir selama 24 jam penuh setiap hari.

Aturan lockdown sebelumnya hanya memperbolehkan para warga Dubai keluar rumah untuk keperluan darurat, membeli kebutuhan, obat-obatan, dan pekerjaan tertentu.

Dengan kebijakan yang baru, warga Dubai diperbolehkan untuk keluar rumah untuk kegiatan terbatas seperti  bersepeda, berjalan kaki, dan jogging. Meski begitu, setiap warga yang keluar dari rumah diwajibkan mengenakan masker dan membawa hand sanitizer.

Per hari ini, Uni Emirat Arab tercatat memiliki kasus corona mencapai 8.756 pasien dengan catatan 56 kematian.

Sejumlah negara Muslim memang tengah menghadapi dilema dalam menjalankan bulan Ramadan tahun ini yang berlangsung di tengah pandemi corona.

Beberapa negara seperti Arab Saudi bahkan telah melarang kegiatan beribadah berjamaah di masjid selama bulan Ramadan. Dua masjid suci yakni Masjidil Haram, Mekah dan Masjid Nabawi, Madinah, untuk sementara ditutup demi mencegah lonjakan penularan virus corona. 

Sumber: CNN/Al Arabiya/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Bobol Toko HP di Pekanbaru, Terduga Pencuri 25 iPhone Ditangkap

Polsek Bukit Raya menangkap terduga pelaku pencurian 25 unit iPhone di Marpoyan Damai dengan kerugian…

2 hari ago

Empat Lagu Tradisional Rohul Resmi Kantongi Sertifikat Kekayaan Intelektual

Empat lagu daerah Rokan Hulu resmi mendapat sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal dari Kemenkum RI.

2 hari ago

Meski Langka, Harga Minyakita di Kepulauan Meranti Masih Dijual Sesuai HET

Harga Minyakita di Kepulauan Meranti masih sesuai HET meski stok terbatas dan belum memenuhi kebutuhan…

2 hari ago

Bahas Persiapan MTQ Riau, Bupati Kuansing Temui Sekdaprov

Bupati Kuansing bertemu Sekdaprov Riau membahas persiapan MTQ ke-44 tingkat Provinsi Riau yang digelar Juni…

2 hari ago

Kajati Riau Lantik Fredy Feronico Jadi Kajari Rohul

Kajati Riau melantik sejumlah pejabat struktural, termasuk Fredy Feronico Simanjuntak sebagai Kajari Rokan Hulu.

2 hari ago

Minyakita Mahal di Pekanbaru, Bapanas Minta Produsen Transparan soal Distribusi

Bapanas mempertanyakan distribusi Minyakita di Riau setelah menemukan harga minyak goreng tersebut tembus Rp20 ribu…

2 hari ago