Categories: Nasional

Pelaku Sodomi Jual Video Korban ke Luar NegeriÂ

DUMAI (RIAUPOS.CO) — Kasus sodomi dan pornografi yang dilakukan RF (22) warga Kecamatan Dumai Timur segera disidang. Hal itu setelah Kejaksaan Negeri (Kejari)Dumai menyerahkan berkas kasus yang diungkap Mabes Polri tersebut ke Pengadilan Negeri (PN) Dumai untuk disidangkan.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Dumai Agung Irawan, menyebutkan kasus tersebut merupakan kasus dugaan pornografi dan UU ITE. "Kasus tersebut bermula ketika pelaku berkenalan dengan para korban melalui media sosial dan game online. Dari perkenalan tersebut,  pelaku melancarkan aksi bejatnya kepada korban yang diketahui merupakan anak laki-laki masih di bawah umur. Ada empat korban. Dua korban di Dumai dan dua di luar Kota Dumai. Namun, tidak menutup kemungkinan ada korban lainnnya," sebutnya.

Ia mengatakan, aksi tersebut dilakukan pelaku sudah sejak 2019 lalu dan tidak hanya melakukan pencabulan atau sodomi terhadap korban pelaku juga merekam dan memperjual belikan hasil rekaman tersebut. "Jadi, selain melakukan sodomi terhadap korban, pelaku juga merekam aksi tersebut tanpa diketahui korban," terangnya.

Pelaku juga melancarkan aksi bejatnya kepada korban lainnya melalui video call. Pelaku merayu korban untuk melakukan onani dan lagi-lagi tanpa sepengetahuan korban, pelaku merekam. "Pelaku juga kemudian menjual video hasil rekaman tersebut melalui grup WhatsApp dan Telegram. Bahkan, ada yang di jual sampai ke luar negeri seperti Vietnam dan Filipina," sebutnya.

Hasil rekaman tersebut dijual pelaku dengan beberapa paket. Ada paket Rp20 ribu, Rp50 ribu dan Rp100 ribu. "Jadi,  masing-masing paket berbeda. Berdasarkan pengakuan pelaku, ada yang membayar dengan pulsa dan dengan cara transfer uang," katanya lagi.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan  pihak terkait untuk pembinaan terhadap korban. "Jadi, tidak hanya masalah hukum saja akan kami tegakkan. Namun,  kami juga harus memikirkan mental para korbannya. Karena, hasil komunikasi dengan para korbannya kondisi mereka sangat memprihatinkan. Makanya  nanti  perlu pendampingan lebih lanjut, "tutupnya.(azr)

Laporan: HASANAL BULKIAH (Dumai)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Berdiri di Tanah Pemko, Satpol PP Pekanbaru Bongkar Warung dan Pagar Beton di Rumbai

Pemko Pekanbaru membongkar bangunan liar di aset pemerintah kawasan Jalan Sudirman Ujung, Rumbai, menggunakan alat…

22 jam ago

Penggerebekan Narkoba di Rohil Berujung Pembakaran Gudang, Warga Sudah Lama Resah

Polda Riau mengungkap dugaan peredaran sabu di Rantau Kopar, Rohil. Seorang pria diamankan, lokasi penggerebekan…

22 jam ago

Daftar Calon Rektor Unri, Mexsasai Indra Usung Visi Kampus Berdaya Saing Global

Wakil Rektor Akademik Unri, Dr Mexsasai Indra resmi maju sebagai bakal calon Rektor Unri periode…

1 hari ago

Penampilan Dance SMKN 1 dan SMAN 1 Rengat Meriahkan HSBL

Penampilan tim dance SMKN 1 dan SMAN 1 Rengat sukses memeriahkan suasana Riau Pos-HSBL dan…

2 hari ago

Sopir Truk Pembawa Ratusan Karung Bawang Ilegal Diciduk di Teluk Meranti

Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.

2 hari ago

Miris, 3.011 Anak di Bengkalis Putus Sekolah, Faktor Ekonomi Jadi Penyebab Utama

Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…

2 hari ago