Categories: Nasional

Fachrul Razi, Diberi Tugas Tangkis Radikalisme

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Sebuah tradisi baru dilakukan Presiden Joko Widodo dengan memilih Menteri Agama dengan latar belakang tentara. Adalah sosok Jenderal Purnawirawan TNI Fachrul Razi yang ditunjuk sebagai menjadi Menteri Agama.

Rupanya Presiden Jokowi membutuhkan tangan dingin Fachrul Razi untuk memberantas paham radikalisme. Jokowi sendiri dalam pernyataannya mengatakan, kalau nantinya tugas Menag Fachrul berkaitan dengan radikalisme.

“Menteri Agama berkaitan dengan radikalisme, ekonomi umat, industri halal, dan terutama haji, ada di bawah beliau,” ujar Presiden Jokowi saat mengumumkan tugas baru Fachrul Razi, Rabu (23/10).

Lantas, bagaimana kiprah Fachrul sebelum menjadi menteri?

Karier tertinggi pria kelahiran Aceh 26 Juli 1947 itu yakni sebagai Wakil Panglima TNI pada periode 1999-2000 pada era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gusdur. Sejumlah posisi di militer pernah dipegang oleh jebolan Akademi Militer tahun 1970 itu.

Kiprahnya dikenal mulai dari Komandan Brigade Infanteri Lintas Udara 17 Kujang 1 Kostrad, Wakil Asisten Operasi KASAD, hingga Kepala Staf Daerah Militer VII/Wirabuana dan Gubernur Akademi Militer. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Asisten Operasi KASUM ABRI, Kepala Staf Umum ABRI, hingga Sekjen Departemen Pertahanan.

Pada saat kampanye Pilpres 2019 lalu dia menjadi salah satu pendukung Jokowi-Ma’ruf dalam tim Bravo-5. Pria usia lebih dari 70 tahun itu disebut sebagai menteri tertua di kabinet Indonesia Maju.

Dalam Tim Bravo-5, Fachrul Razi bersama kelompok relawan pemenang Jokowi di luar struktur Tim Kampanye Nasional (TKN). Kerjanya seluas 34 provinsi dan merangkul dukungan di luar negeri.

Jabatan yang pernah diembannya di antaranya Komandan Brigade Infanteri Lintas Udara 17 Kujang 1 Kostrad. Wakil Asisten Operasi KASAD. Kepala Staf Daerah Militer VII/Wirabuana. Gubernur Akademi Militer (1996-1997). Asisten Operasi KASUM ABRI (1997-1998). Kepala Staf Umum ABRI (1998-1999). Sekertaris Jenderal Departemen Pertahanan (1999). Wakil Panglima TNI (1999-2000). 

Komandan Brigade Infanteri Lintas Udara 17 Kujang 1 Kostrad. Wakil Asisten Operasi KASAD. Kepala Staf Daerah Militer VII/Wirabuana. Gubernur Akademi Militer (1996-1997). Asisten Operasi KASUM ABRI (1997-1998). Kepala Staf Umum ABRI (1998-1999). Sekertaris Jenderal Departemen Pertahanan (1999). Dan terakhir Wakil Panglima TNI (1999-2000).

Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Tersangka Kasus Ijazah, Oknum DPRD Pelalawan Jalani Pemeriksaan

Oknum anggota DPRD Pelalawan jalani pemeriksaan usai ditetapkan tersangka kasus dugaan penggunaan ijazah milik orang…

8 jam ago

Gasak 54 Tandan Sawit, Dua Warga Alam Panjang Diciduk

Dua warga Alam Panjang, Kampar, diamankan usai kepergok mencuri 54 tandan sawit. Pelaku diserahkan warga…

9 jam ago

Anggaran Bergeser, Belasan Ruas Jalan Meranti Diprioritaskan 2026

DPUPR Meranti menyusun prioritas peningkatan dan rekonstruksi jalan 2026 pascapergeseran anggaran, sejumlah ruas terpaksa ditunda.

9 jam ago

Dishub Kuansing Kembali Pasang Portal, Truk Bermuatan Berat Dibatasi

Dishub Kuansing kembali memasang portal jalan di Teluk Kuantan untuk membatasi kendaraan bermuatan berat dan…

10 jam ago

PTPN IV PalmCo Konsisten Dampingi Pemulihan Banjir Aceh Tamiang

PTPN IV PalmCo konsisten mendampingi pemulihan Aceh Tamiang sejak banjir bandang 2025, fokus pada anak,…

13 jam ago

Angkat Cita Rasa Melayu, Batiqa Hotel Hadirkan Patin Lancang Kuning

Batiqa Hotel Pekanbaru menghadirkan Patin Lancang Kuning lewat program Jelajah Rasa Nusantara, kolaborasi dengan nelayan…

16 jam ago