Categories: Nasional

33 Orang Meninggal Akibat Banjir di Cina

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — "Rasanya sulit untuk bernapas, beberapa orang pingsan." Pernyataan itu disampaikan salah seorang korban banjir yang terjebak di kereta bawah tanah Zhengzhou di jalur 5 Stasiun Shakoulu Selasa (20/7). Beberapa potongan video yang beredar di media sosial menunjukkan betapa mencekamnya situasi saat itu. Sekitar 500 penumpang dievakuasi, 12 di antaranya meninggal dan 5 terluka.

Sejak Selasa, banjir bandang memang melanda Zhengzhou, Henan, Cina, dan beberapa kota di sekitarnya. Salah satu pengguna Weibo menulis bahwa saat itu kereta berhenti dan penumpang sempat keluar, tapi oleh petugas diminta kembali masuk ke gerbong karena air membanjiri terowongan.

Zheng, salah seorang petugas keselamatan di Zhengzhou Metro, mengungkapkan bahwa dirinya terus memompa air. Namun, air terus masuk dan membuatnya kewalahan. Kereta itu menjadi satu-satunya alat transportasi bagi banyak penduduk yang ingin pulang di tengah cuaca buruk. Tidak disangka, air yang datang begitu besar.

"Ini kali pertama dalam hidup saya melihat air membanjiri stasiun metro. Saya merasa putus asa," ujar Zheng seperti dikutip The Guardian.

Banjir di Zhengzhou itu memang membuat banyak fasilitas luluh lantak. Pusat Meteorologi Zhengzhou menyatakan bahwa level hujan yang terjadi beberapa hari terakhir sangat tinggi, bahkan bisa dibilang sekali dalam seribu tahun. Air baru surut Kamis (22/7). Itu pun di beberapa jalan masih ada genangan air yang cukup tinggi. Diperkirakan, hujan masih akan mengguyur wilayah tersebut. Total korban jiwa mencapai 33 orang dan 8 orang lainnya dilaporkan masih hilang.

Sekitar 3 ribu orang terdampak banjir bandang itu dan lebih dari 200 ribu orang terpaksa mengungsi. Bendungan dan jalan-jalan rusak parah. Salah satu rumah sakit terpaksa memadamkan aliran listriknya. Selain itu, terjadi ledakan di salah satu pabrik di Dengfeng yang terkait banjir.

"Saya kehilangan segalanya, semua barang saya terbawa air dan tidak ada yang bisa saya makan," ujar Song, penduduk Gongyi.

Sangat mungkin korban jiwa bertambah. Di beberapa video, tampak tubuh yang hanyut terbawa arus. Terputusnya arus komunikasi menambah kesulitan. Sekitar 20 ribu tim penyelamat diterjunkan ke lokasi untuk penyisiran dan evakuasi.

Kerugian akibat banjir itu diperkirakan mencapai CNY 1,22 miliar atau setara Rp2,7 triliun. Henan adalah salah satu provinsi di Cina yang paling padat sekaligus paling miskin. Penduduknya mencapai 99 juta jiwa. Banyak lahan pertanian dan pabrik di provinsi tersebut.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Tiga Kios di Jalan Yos Sudarso Pekanbaru Ludes Terbakar, Seorang Pedagang Alami Luka

Tiga kios semipermanen di Jalan Yos Sudarso Pekanbaru terbakar. Seorang pedagang terluka, sementara api berhasil…

1 jam ago

OMODA O4 EV Resmi Diperkenalkan di Indonesia, Bawa Teknologi AI dan Jarak Tempuh 553 Km

OMODA kembali ke Indonesia bersama JAECOO dan memperkenalkan O4 EV, mobil listrik berbasis AI dengan…

3 jam ago

Dalih Pengobatan Tradisional, Pria Lansia di Inhu Diduga Cabuli Pasien hingga Tiga Kali

Pria 75 tahun di Inhu ditahan polisi setelah diduga melakukan kekerasan seksual terhadap pasien dengan…

3 jam ago

KPK Sita Mobil Mewah Istri Bupati Kuansing, Penyidikan Kasus Suap Terus Bergulir

KPK menyita mobil Pajero Sport milik istri Bupati Kuansing Suhardiman Amby dalam penyidikan dugaan suap…

3 jam ago

Akses Keluar Tol Pekanbaru-Dumai Dialihkan ke Pintu Tol Bypass

Akses keluar Tol Pekanbaru-Dumai menuju Kota Pekanbaru dialihkan ke Pintu Tol Bypass mulai 30 Juli…

3 jam ago

Jembatan Bailey di Jalan Nelayan Pekanbaru Selesai Dipasang, Kini Bisa Dilintasi Warga

Jembatan bailey sepanjang 24 meter di Jalan Nelayan Pekanbaru selesai dipasang BWS Sumatera III dan…

22 jam ago