Categories: Nasional

KPK Dalami Ratusan Rekanan Kemensos

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -Nilai kontrak keseluruhan proyek bantuan sosial (bansos) yang dikerjakan dengan skema penunjukan langsung (PL) oleh Menteri Sosial Juliari P. Batubara mencapai Rp 6,7 triliun. Jumlah itu terbagi dalam paket kontrak tahap ke-1 hingga 12.

Hal itu terungkap dalam file berbentuk Microsoft Word yang diperoleh Jawa Pos kemarin (21/12). Ratusan perusahaan diduga menjadi rekanan penyedia bansos bahan kebutuhan pokok alias sembako di Kemensos.

Perusahaan-perusahaan itu mendapatkan kuota dan nilai kontrak berbeda-beda. Mulai puluhan juta hingga ratusan miliar rupiah untuk satu paket pengadaan penyediaan sembako.

Dokumen itu berisi tabel yang menyebutkan secara terperinci daftar penyedia sembako dari tahap ke-1 hingga 12. Juga penyedia bansos untuk komunitas. Salah satu komunitas penerima manfaat bansos adalah penyandang disabilitas.

Dokumen tersebut mengungkapkan, ada 289 kontrak pekerjaan yang digarap 108 rekanan. Total paket yang dikerjakan mulai tahap ke-1 hingga 12 sebanyak 21.770.526. Sedangkan paket untuk komunitas sebanyak 1.937.722. Dengan demikian, jumlahnya 23.708.248 paket.

Hal baru yang terkuak dari dokumen itu adalah nilai kontrak keseluruhan proyek bansos yang dikerjakan dengan skema PL sebesar Rp 6,7 triliun. Angka keseluruhan tersebut diperoleh dari penjumlahan nilai kontrak tahap ke-1 hingga 12 sebesar Rp 6,67 triliun dan nilai kontrak bansos untuk komunitas sejumlah Rp 552,163 miliar.

Dokumen itu juga menyebutkan bahwa PT Rajawali Parama Indonesia (RPI) termasuk dalam daftar rekanan penyedia sembako untuk komunitas periode Oktober hingga Desember. Dalam kasus suap feebansos di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), PT RPI merupakan perusahaan yang diduga menyetor fee Rp 10 ribu per paket bansos. Fee tersebut diduga ditujukan kepada Mensos Juliari dan pejabat Kemensos.

Khusus pekerjaan bansos komunitas itu, PT RPI mendapat kuota paket 16.914 dengan nilai per paket Rp 270.000. Dengan demikian, nilai kontrak PT RPI sebesar Rp 4,566 miliar. Selain menggarap pekerjaan tersebut, PT RPI terdaftar sebagai rekanan penyedia bansos untuk tahap ke-10 dan 12. Nilai kontraknya sama, yakni Rp 5,052 miliar.

Sumber Jawa Pos di internal KPK mengatakan, dokumen itu menjadi pintu masuk untuk mengungkap lebih jauh dugaan keterlibatan ratusan rekanan proyek bansos. Juga menelisik lebih jauh indikasi pemotongan nilai sembako untuk komunitas penerima manfaat. ”Apalagi, ada komunitas penyandang disabilitas di situ (penerima manfaat, Red),” ucapnya.

Sejauh ini Plt Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri belum mau memberikan komentar tentang data tersebut. Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Kemensos Sunarti juga tidak merespons permintaan Jawa Pos untuk membuka data terkait rekanan penyedia bansos itu. 

Di sisi lain, Ketua Umum Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Ghufron Sakaril membenarkan bahwa bansos Kemensos menyasar penyandang disabilitas. Khusus di PPDI ada 323 paket bansos untuk penyandang disabilitas penerima manfaat wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). ”Ada beberapa tahap (penerimaan), yang (bansos) pertama memang terbatas sekali,” ujarnya kepada Jawa Pos.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

 

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Jalan Pasar Modern Telukkuantan Mulai Diperbaiki, Warga Sambut Gerak Cepat PUPR

PUPR Kuansing mulai memperbaiki Jalan Pasar Modern Telukkuantan yang rusak dan berlubang menjelang Iduladha.

6 jam ago

Sempat Dirawat Hampir Sebulan, JCH Asal Pekanbaru Wafat di Batam Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.

2 hari ago

Kecelakaan Maut di Tol Permai, Dua Meninggal dan Enam Luka Berat

Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.

2 hari ago

Sidang Korupsi Abdul Wahid Kembali Bergulir, Jaksa Soroti CCTV Rusak dan Tas Mewah Hasil Sitaan

Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…

2 hari ago

Wahana FC Sudah Lolos, PSSI Riau Masih Buka Peluang Tambah Satu Wakil

PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…

2 hari ago

Warga Tembilahan Padati Pasar Murah, Harga Bahan Pokok Lebih Bersahabat

Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…

2 hari ago