Categories: Nasional

Tankos Sawit Lebih Ramah Lingkungan jika Difragmentasi

(RIAUPOS.CO) – PENGELOLAAN tandan kosong kelapa sawit (TKKS) untuk dijadikan pupuk organik dengan cara dibakar adalah cara yang merugikan lingkungan. Metode lawas ini dinilai berdampak serius dan mengakibatkan polusi.

Akademisi dari Universitas Lancang Kuning (Unilak) berupaya mengubah paradigma, bahwa pengelolaan TKKS atau lazim disebut tankos sawit ini lebih ramah lingkungan apabila dikelola untuk dijadikan pupuk dengan cara difragmentasi.

“Cara ini lebih ramah lingkungan dan bahkan sangat bagus untuk lingkungan. Karena tidak proses ada pembakaran, dan kandungan unsur haranya juga lebih baik daripada dibakar,” kata Dosen Pembimbing, Prama Widayat, kepada Riau Pos, Sabtu (21/11).

Saat ini, dirinya bersama akademisi yang terdiri dari dosen dan para mahasiswa ini pun tengah mempersiapkan tempat di Desa Minas Timur, Kabupaten Siak untuk pengelolaan yang berkelanjutan. Di sana mereka membangun rumah kompos, dan menyiapkan mesin pencacah untuk mencacah tankos sawit tadi sebelum difragmentasi.

Prama menjelaskan, dalam pengelolaan fragmentasi itu tankos sawit yang sudah dicacah dengan cara dicampur dengan cairan EM-4 dan pupuk sapi yang kering harus dibiarkan selama 4 sampai 6 pekan.

Maka nanti hasilnya akan menjadi butiran tanah, kalau sudah menjadi seperti butiran tanah maka itu sudah sah menjadi pupuk kompos. ”Selama proses 4 sampai 6 pekan ini, lakukan pengecekan setiap pekandan lakukan pengadukan agar prosesnya lebih cepat,” jelasnya.

Menurutnya, selama ini tankos sawit dibakar untuk dijadikan pupuk organik ini tidak baik bagi lingkungan, maka itu pihaknya membuat program dengan mengubah proses pembakaran menjadi fragmentasi tadi. ”Unilak dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menginisiasi ini. Program ini salah satu kompetisi tingkat nasional dari Kemendikbud,” ujarnya.

Awalnya, Prama dan para akademisi lainnya prihatin dengan melihat banyaknya tankos sawit di Desa Minas Timur tadi. Setelah itu pihaknya berdiskusi dengan penghulu dan jajaran perangkat serta tokoh pemuda, maka kita sepakat membuat pengolahan tankos dengan metode fragmentasi untuk dijadikan pupuk kompos. ”Mulailah kami pembangunan rumah kompos bersama mahasiswa dan dibantu pihak Desa Minas timur, setelah rumah kompos jadi maka dibuatlah mesin pencacah, sekarang mesin masih di tahap finishing untuk lebih sempurna,” tuturnya.

Selanjutnya, ini nanti akan diserahkan kepada pihak Desa Minas Timur, dan akan dikelola melalui sebuah badan usaha yang dipimpin oleh Rozi. Menurut dosen Fakultas Ekonomi Unilak ini, dari program tersebut akan membuka lapangan kerja.

“Insyaallah paling lama awal Desember ini akan beroperasi tempat pembuatan kompos TKKS ini. Karena pupuk kompos dari TKKS ini sangat baik untuk pupuk sawit dan juga bisa digunakan untuk tanaman lainnya. Untuk jangka panjang kami berharap bisa memenuhi kebutuhan pupuk kompos di provinsi Riau,” ujar Prama Widayat, optimis.(ali)

Laporan PANJI A SYUHADA, Pekanbaru

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Tak Sekadar Touring, Capella Honda Hadirkan Premium Movie Ride untuk Bikers PCX

Capella Honda Riau menggelar Premium Movie Ride bersama komunitas PCX Pekanbaru dengan kegiatan rolling city,…

19 jam ago

Intip Dapur MBG di Tenayan Raya, Relawan Masak Sejak Subuh untuk Ribuan Porsi

Aktivitas dapur MBG di SPPG Bencahlesung Tenayan Raya sudah dimulai pukul 02.00 WIB. Puluhan relawan…

19 jam ago

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polres Siak-RAPP Garap 40 Hektare Jagung

Polres Siak bersama RAPP menanam jagung pipil di lahan 40 hektare di Kampung Lubuk Jering…

20 jam ago

Kunjungi Riau Pos, Aulia Hospital Bahas Peluang Kolaborasi Informasi Kesehatan

Manajemen Aulia Hospital melakukan kunjungan silaturahmi ke Riau Pos di Pekanbaru untuk mempererat kemitraan dan…

21 jam ago

Semarak Ramadan, Pemuda Pangkalan Batang Barat Siapkan Menara Lampu Colok Raksasa

Pemuda Pangkalan Batang Barat Bengkalis menyiapkan menara lampu colok dengan 10 ribu botol untuk memeriahkan…

2 hari ago

Tas Berisi Emas Rp48 Juta Dijambret, Dua Pelaku Diamankan Warga di Pangkalankuras

Dua penjambret tas berisi emas senilai Rp48 juta di Pangkalankuras, Pelalawan ditangkap warga setelah merampas…

2 hari ago